Film 'Crocodile Tears' menyoroti hubungan toksik antara ibu dan anak di Taman Buaya.
- Kamis, 07 Mei 2026 - 22:34 WIB
WowKeren - Film 'Crocodile Tears' yang tayang pada 7 Mei 2026, mengisahkan hubungan rumit antara seorang ibu tunggal dan anak laki-lakinya, Johan, di Taman Buaya. Dengan latar belakang filosofi air mata buaya, film ini menggambarkan usaha Mama, yang diperankan oleh Marissa Anita, untuk melindungi Johan dari dunia luar yang dianggap berbahaya.
Dalam film ini, Mama berjuang keras untuk menjaga Johan, yang diperankan oleh Yusuf Mahardika, dari pengaruh negatif yang mungkin datang dari luar. Kehidupan mereka yang tenang di Taman Buaya mulai terganggu ketika Johan bertemu dengan Arumi, seorang gadis baru yang menetap di kampung mereka. Pertemuan ini memicu ketegangan antara Mama dan Johan, karena Mama merasa terancam oleh kehadiran Arumi.
Setelah Johan mulai menjalin hubungan dengan Arumi, ketegangan semakin meningkat. Mama berusaha melakukan berbagai cara untuk memisahkan Johan dari Arumi, sementara Johan berjuang untuk mempertahankan hubungan barunya. Dinamika ini menciptakan konflik yang menarik dan emosional di film ini.
'Crocodile Tears' adalah film panjang pertama yang disutradarai dan ditulis oleh Tumpal Tampubolon. Proses penulisan skenario berlangsung selama enam tahun, dimulai ketika Tumpal masih lajang dan berlanjut hingga ia menikah pada tahun 2022. Film ini telah melalui berbagai proses panjang sebelum akhirnya tayang di bioskop Indonesia.
Film ini juga telah ditayangkan perdana di Toronto International Film Festival 2024 dan berpartisipasi dalam 33 festival film internasional lainnya. Dengan para pemeran utama yang berbakat seperti Marissa Anita, Yusuf Mahardika, dan Zulfa Maharani, 'Crocodile Tears' menawarkan kisah yang mendalam mengenai hubungan ibu dan anak serta tantangan yang dihadapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
(wk/timw)