Peter Jackson mengakui kesalahan casting Ryan Gosling di The Lovely Bones, bukan kesalahan aktor.
- Rabu, 20 Mei 2026 - 08:01 WIB
WowKeren - Peter Jackson, sutradara terkenal, baru-baru ini mengungkapkan bahwa keputusan untuk mencoret Ryan Gosling dari film The Lovely Bones pada tahun 2009 merupakan kesalahan tim produksi, bukan kesalahan aktor. Pengakuan ini muncul kembali dalam sebuah wawancara di Festival Film Cannes, di mana Jackson menegaskan bahwa pergantian aktor adalah hasil dari proses casting yang gagal.
Ryan Gosling, yang sebelumnya dipilih untuk memerankan ayah dari karakter utama yang diperankan oleh Saoirse Ronan, dikeluarkan dari proyek sebelum syuting dimulai. Peran tersebut kemudian diambil alih oleh Mark Wahlberg. Jackson menjelaskan, "Setiap kali kami mengganti aktor, sebenarnya itu kesalahan kami karena kami tidak melakukan casting dengan benar dan memilih orang yang salah untuk peran tersebut," ujarnya, menekankan pentingnya memilih aktor yang tepat untuk mendukung visi film.
Meski demikian, Jackson tidak ingin menyalahkan Gosling secara pribadi. Ia memberi pujian kepada Gosling sebagai aktor hebat, tetapi menyatakan bahwa ada perbedaan visi terkait karakter yang diinginkan untuk film tersebut. "Ryan adalah aktor fantastis. Tetapi film sangat bergantung pada chemistry, baik di depan kamera maupun di balik layar," kata Jackson.
Kontroversi ini sebenarnya bermula dari pengakuan Gosling dalam wawancara tahun 2010 dengan The Hollywood Reporter, di mana ia mengungkapkan bahwa ia telah menaikkan berat badannya sekitar 60 pound (hampir 27 kilogram) untuk mendalami karakter ayah dalam The Lovely Bones. Gosling merasa karakter tersebut harus memiliki penampilan yang lebih besar dan berbeda dari dirinya yang sebenarnya pada saat itu. Namun, Jackson memiliki visi yang berbeda untuk karakter tersebut. "Kami punya pandangan berbeda tentang bagaimana karakter itu seharusnya terlihat," kata Gosling pada saat itu.
Lebih lanjut, Gosling juga mengaku kurang memiliki komunikasi yang intens dengan Jackson selama masa praproduksi, yang mungkin berkontribusi pada hasil akhir yang berbeda dari yang diharapkan. Kontroversi ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi dan kesepahaman dalam proses kreatif pembuatan film.
(wk/timw)