Yovie Widianto Paparkan Strategi Kreatif Hadapi Gempuran AI di Jogja Financial Festival 2026
Instagram/Yovie Widianto/Instagram
Selebriti

Yovie Widianto berbagi pandangannya tentang peran AI dalam dunia kreatif di Jogja Financial Festival 2026.

WowKeren - Pada hari Jumat, 22 Mei 2026, Yovie Widianto, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, memberikan pemaparan mengenai strategi berkreativitas di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam sesi di Jogja Financial Festival 2026. Ia menegaskan bahwa meskipun perkembangan teknologi seperti AI tidak dapat dielakkan, manusia tetap harus menjadi pusat dalam proses berkarya.

Dalam penjelasannya, Yovie menyarankan agar AI digunakan sebagai alat bantu dalam berkarya, bukan sebagai pengganti atau andalan utama. "Jadikanlah AI itu sebagai alat atau mitra kita dalam berkarya. Tapi jangan jadi alat utama atau jadi andalan kita bersandar pada AI," ujarnya. Yovie juga menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan melodi hanya dalam waktu 60 detik, menegaskan bahwa meskipun AI dapat memproduksi karya dengan cepat, ia tidak memiliki emosi yang menjadi inti dari setiap karya seni.

Yovie Widianto yang merupakan musisi berpengalaman menyadari pentingnya mempelajari teknologi terkini agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Ia memberikan contoh Korea Selatan sebagai negara yang berhasil memanfaatkan soft power melalui seni, termasuk musik, film, dan kuliner, yang berkontribusi pada ekonomi negara tersebut. "Jika dikelola dengan baik, karya kreatif bisa menjadi identitas nasional, instrumen diplomasi, mesin ekonomi, sampai pengaruh global," ujar Yovie, menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sama dengan lebih dari 550 simpul budaya dari Sabang hingga Merauke.


Dalam konteks tersebut, Yovie juga menyoroti perbedaan budaya yang ada di Indonesia, bahkan dalam satu daerah yang berdekatan. Ia mengambil contoh perbedaan antara Jogja Selatan dan Jogja Utara, serta Sleman dan Bantul. "Jika dikelola dengan baik, karya kreatif bisa menjadi identitas nasional, instrumen diplomasi, mesin ekonomi, sampai pengaruh global," ungkapnya.

Yovie menekankan bahwa melalui branding, storytelling, dan distribusi digital, nilai budaya dapat melintas batas ruang, waktu, dan pasar. Jogja Financial Festival 2026 sendiri merupakan platform yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di sektor keuangan, mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, hingga masyarakat umum. Acara ini tidak hanya diisi dengan diskusi keuangan, tetapi juga menampilkan berbagai hiburan dan kegiatan menarik lainnya.

Festival ini menjadi ajang bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi perspektif mengenai ekonomi, investasi, serta strategi bisnis di era digital. Sebelumnya, festival ini telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dengan lebih dari 10 ribu pengunjung. Di Jogja Financial Festival 2026, sejumlah pembicara terkemuka di bidang keuangan diundang, termasuk Chairul Tanjung, Erick Thohir, dan Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Untuk informasi lebih lanjut, open gate dan registrasi untuk Day 1 dan Day 2 dimulai pukul 08.00 WIB, sementara Day 3 dimulai lebih awal pada pukul 05.00 WIB. Acara seminar dan kelas di festival ini dapat dihadiri secara gratis, namun pengunjung diharapkan untuk mendaftar terlebih dahulu. Selain itu, terdapat juga acara fun run Jogja Run D-City dengan biaya pendaftaran mulai dari Rp125 ribu hingga Rp500 ribu. Detail informasi dapat ditemukan melalui platform pendaftaran yang telah disediakan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait