Kematian Jimi Hendrix karena kelebihan dosis obat tidur ternyata dilakukan dengan sengaja oleh manajernya yang takut dipecat oleh Jimi.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Juni 2009 - 17:48 WIB
WowKeren - Setelah sekian lama kematian penyanyi-gitaris legendaris Jimi Hendrix dianggap sebagai bunuh diri, akhirnya James 'Tappy' Wright, orang yang biasa menyiapkan peralatan musik Jimi, mengungkap kebenaran kasus tersebut. Jimi yang meninggal September 1970 di London itu dibunuh oleh manajernya Michael Jeffery.
Dalam buku terbarunya yang berjudul "Rock Roadie", Tappy menyatakan alasan Michael membunuh Jimi yang saat itu masih berusia 27 tahun dikarenakan Michael akan dipecat oleh Jimi. Michael yang menikah dengan aktris Gillian French ini mengakui kejadian tersebut pada Tappy di tahun 1971, dua tahun sebelum ia meninggal karena kecelakaan pesawat terbang.
Tappy menambahkan bahwa ia masih bisa mengingat perkataan Michael padanya mengenai kejadian tersebut. Pada malam itu, Michael berada di London bersama Jimi dan beberapa orang teman lamanya. Kemudian Michael bersama Jimi pergi ke kamar hotel Monika, kekasih Jimi, dan pada saat itulah Michael memasukkan segenggam pil ke dalam mulut Jimi lalu meminumkan anggur merah ke tenggorokannya. Michael berkata bahwa ia harus melakukannya karena Jimi berniat memecatnya dan baginya Jimi lebih berharga dalam keadaan mati daripada hidup. Setelah kematian Jimi, Michael sebagai manajernya mendapatkan uang asuransi sebesar $1,8 juta.
Hasil otopsi menyebutkan bahwa Jimi meninggal akibat kebanyakan minum obat tidur dan kesulitan bernafas karena 'tenggelam' di muntahannya. Ia ditemukan petugas ambulan dengan posisi tengkurap di kamar hotel Samarkand, Notting Hill.
(wk/)