Gara-gara masih dirundung kedukaan setelah kematian rekan sesama anggota grup band Boyzone, Stephen Gately, Ronan mengaku mempertimbangkan untuk menghubungi konselor.
- Tim WowKeren
- Senin, 16 November 2009 - 16:57 WIB
WowKeren - Kematian vokalis grup band Boyzone, Stephen Gately, ternyata masih menyisakan duka mendalam di hati rekan satu grupnya, Ronan Keating. Dalam wawancara pertamanya dengan surat kabar The Observer, Ronan mengungkapkan bahwa ia masih merasa sangat syok.
"Saya merasa sangat lelah," tutur Ronan. "Saya tidak tidur. Otak saya tidak bekerja. Hati saya hancur. Anda hanya merasa sangat sedih. Saya memiliki hari baik dan hari buruk."
Terkait dengan hari buruknya, Ronan lalu menjelaskan perasaannya sangat kacau. Ia merasa tidak dapat bernafas, seakan-akan ada dinding yang menindih dadamu. Tak hanya itu, Ronan pun mengatakan kalau anggota Boyzone lainnya juga mengalami hal yang serupa dengannya.
"Saya tidak pernah berpikiran untuk meminta bantuan konselor," imbuh Ronan yang mengakui bahwa secara mental ia merasa sangat lelah. "Untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya berpikit harus... (Ketika Stephen meninggal) rasanya hampa, hanya perasaan hancur dan syok."
Stephen Gately ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa hari Sabtu tanggal 10 Oktober lalu di sebuah rumah dekat Port d'Andratx di bagian tepi barat pulau Majorca, Spanyol. Berdasarkan hasil otopsi jenasahnya, ditemukan bahwa Stephen meninggal karena akumulasi cairan dalam paru-paru.
Nama grup musik Boyzone meroket lewat single "Love Me for a Reason" di tahun 1995. Grup band tersebut berpisah di tahun 2000 untuk bersolo karir, tetapi kemudian bersatu kembali di tahun 2007-2008 dalam beberapa acara. Kini, anggota yang tersisa tinggalah kini hanya tersisa Ronan Keating, Keith Duffy, Mikey Graham dan Shane Lynch.
(wk/)