Nirina Zubir dan Cathy Sharon Bersimpati Atas Teror Bom Bunuh Diri Solo
Selebriti

Baik Nirina maupun Cathy meminta agar pemerintah lebih serius lagi dalam mengungkap teror bom tersebut.

WowKeren - Teror bom bunuh diri kembali marak. Kali ini peristiwa bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 25 September. Menanggapi insiden tersebut, Nirina Zubir dan Cathy Sharon menghimbau agar pemerinta lebih serius menangani teror.

"Kalau dibilang sedih, tentu sedih karena ini sudah terjadi berulang-ulang. Kenapa masih saja terjadi? Sebaiknya mari kita sebarkan cinta di mana-mana," ujar Nirina. "Apalagi Indonesia kan terkenal dengan keamanan dan kekeluargaannya. Kenapa sih harus terjadi kejadian yang mengkhawatirkan."

"Sebetulnya ini tinggal kesadaran masing-masing. Bagaimana kita melihat, bagaimana yang baik atau tidak," lanjut Nirina. "Ini hanyalah provokasi dari beberapa pihak. Jangan menyalahkan suatu agama apapun karena yang perlu disalahkan adalah si pelakunya sendiri."

"Pemerintah harus lebih serius lagi menanggapi hal tersebut karena bukan hanya gereja yang terkena di Indonesia," kata Cathy saat ditemui di Emporium Mall Pluit, Jakarta Utara, Minggu, 25 September. "Namun saya juga nggak tahu bagaimana mencari bahan-bahan yang digunakan membuat bom."


Peristiwa bom bunuh diri itu terjadi Minggu pagi dan menewaskan pelaku serta seorang jemaat. Sedangkan 28 orang lainnya mengalami luka-luka. Menurut keterangan saksi, wajah pelaku sangat mirip dengan salah satu buron bom di Markas Polresta Cirebon, Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat.

Sementara itu, pihak Polda Metro Jaya telah menyiagakan keamanan di sejumlah kota besar mulai dari Jakarta hingga Surabaya. Adapun pengamanan dilakukan dengan dua cara bertindak yakni pengamanan terbuka dan pengamanan tertutup.

"Pengamanan terbuka maksudnya mengadakan patroli, hadir di tempat-tempat yang butuh kepolisian di tempat itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar, Senin, 26 September. "Anggota intel dan reserse yang tidak berseragam ini untuk menelusuri jaringan-jaringan yang ada, yang bisa saja ada koneksi kejadian di luar Jawa dengan orang-orang yang ada di Jakarta."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait