Dibalik kerusuhan Bahrain saat ini, Button tetap optimis FIA akan memastikan keselamatan pembalap dan tim saat di luar atau di dalam sirkuit untuk kejuaraan di Sakhir, 22 April.
- Tim WowKeren
- Jumat, 20 April 2012 - 13:31 WIB
WowKeren - Walau saat ini tengah terjadi kerusuhan di Bahrain, Jenson Button masih percaya bahwa Federation Internationale de l'Automobile (FIA) mampu memastikan GP F1 di Sirkuit Sakhir, Minggu (22/4), akan berjalan lancar. Diakui pembalap tim McLaren itu, FIA selama ini telah bertanggung jawab penuh saat digelarnya kejuaraan di berbagai sirkuit.
"Secara pribadi memang tidak percaya tapi kita harus menghormati keputusan mereka karena FIA tahu banyak informasi. Kurasa mereka tak akan pernah membiarkan kita dalam masalah," ujar Button. "Keselamatan pembalap, sirkuit dan mobil adalah prioritas utama mereka. Walaupun akhirnya yang terjadi justru sebaliknya, aku tak akan mengubah keputusanku."
Pemimpin organisasi Bahrain Centre for Human Rights, Nabeel Rajab, mengungkapkan bahwa tim F1 maupun media tak akan mendapat masalah. Pihak pengunjuk rasa melakukan protes karena menganggap diktator Bahrain akan menggunakan GP F1 itu untuk mencari muka.
"Kami menghargai kalian (wartawan dan tim F1) karena lewat kalian kami bisa bicara pada dunia. Tak akan ada yang akan menyakiti siapapun terutama tim F1," ujar Rajab. "Kami melakukan protes karena F1 mewakili para diktator serta sebuah olahraga bagi para bangsawan dan itu bukan hal yang bagus. Pemerintah menggunakan F1 untuk kampanye agar mereka tak lagi diisolasi secara internasional. Pemerintah yang suka menindas rakyat harusnya dihukum."
Protes menentang digelarnya GP F1 Bahrain itu berlangsung di Manama, Kamis (19/4). Mobil yang ditumpangi empat orang dari tim Force India sempat terjebak ketika para pendemo bentrok dengan aparat. Untungnya mobil tersebut berhasil lolos dari pusat kerusuhan.
(wk/)