Teleskop Hubble berhasil mengobservasi keberadaan samudra sub-permukaan di Ganymede yang dicurigai memiliki air asin sejak dulu.
- Tim WowKeren
- Jumat, 13 Maret 2015 - 14:36 WIB
WowKeren - Kamis (12/3), NASA mengumumkan bahwa bulan terbesar Yupiter, Ganymede, memiliki samudera di bawah permukaan esnya yang tebal. Menurut observasi dengan teleskop Hubble, samudera itu nampak memiliki lebih banyak air daripada di permukaan Bumi.
Ilmuwan memperkirakan ada sekitar 60 mil (96,5 km) air di bawah es Ganymede. Ini 10 kali lipat lebih dalam ketimbang samudera di planet Bumi. Namun samudera itu terkubur 152,8 km di bawah perut Ganymede yang tertutup es.
Penemuan ini berhasil menjawab misteri yang dipertanyakan semenjak pesawat Galileo mengindikasi adanya laut sub-permukaan Ganymede. Galileo sendiri telah menjelajahi Yupiter dan bulan-bulannya sejak tahun 1995 hingga 2003.
"Ini satu langkah maju untuk menemukan lingkungan yang dapat dihuni dan kaya air dalam tata surya kita," jelas astronom Heidi Hammel. "Dalam 25 tahun orbitnya, Hubble telah membuat banyak penemuan ilmiah dalam tata surya kita. Sebuah laut dalam di bawah kerak es Ganymede membuka kemungkinan lebih menarik tentang kehidupan di luar Bumi."
Sebelumnya, para ilmuwan telah mengkonfirmasi keberadaan laut di Europa, bulan yang mengitari Yupiter. NASA juga telah mengumumkan rencana untuk mengirim misi tanpa awak ke sana untuk mencari kehidupan yang mungkin hadir karena adanya zat cair.
(wk/)