Meski Tanpa Kaki, Gadis Ini Masih Semangat Tempuh Pendidikan
Dunia

Meskipun nilai ujiannya sangat bagus, beberapa perguruan tinggi justru menolaknya masuk karena cacat fisik yang dideritanya.

WowKeren - Siapapun boleh saja memiliki mimpi meskipun dibutuhkan perjuangan ketika ingin mewujudkannya. Perjuangan tersebutlah yang kini tengah dilakukan Wang Juan untuk mewujudkan impiannya menjadi nyata.

Meskipun tanpa kedua kakinya, Wang tetap berjuang dan bersemangat mewujudkan impiannya untuk menimba ilmu di perguruan tinggi. Melalui kerja keras yang luar biasa serta ketekunan, gadis 19 tahun asal Nanyang, Tiongkok ini akhirnya berhasil mendaftarkan namanya sebagai salah satu mahasiswa di perguruan tinggi Shangqiu.

Namun, sebelum bisa menggapai impiannya tersebut banyak rintangan yang harus ditaklukan oleh gadis berambut panjang ini terlebih dahulu. Berbagai macam kesulitan yang ada dihadapinya tanpa putus asa.

Diusia 6 tahun sebuah kecelakaan tragis telah membuat kedua kakinya diamputasi. Tak hanya itu saja, ibunya yang putus asa kemudian meninggalkannya dengan bunuh diri melompat ke dalam sumur.

Bukan saja kehilangan kaki dan sang ibu, beberapa saat kemudian ayahnya juga ikut pergi meninggalkannya tanpa ada kabar sampai saat ini. Sejak saat itu, Wang tinggal bersama kakek dan neneknya serta melatih tangan dan lengannya untuk melakukan semua kegiatan sehari-hari.


Dengan kerja kerasnya tersebut Wang berhasil menamatkan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas dan tentunya masuk ke perguruan tinggi. Meskipun memiliki nilai yang bagus saat tes masuk universitas, Wang mendapatkan penolakan karena cacat fisiknya kecuali perguruan tinggi Shangqiu di Henan yang menerimanya.

"Kalau saja aku menyerah saat menghadapi kesulitan, mungkin hidupku sudah berakhir," cerita Wang. "Kakekku bilang bahwa keluargaku tak bisa selamanya membantuku, jadi aku harus belajar untuk membantu diriku sendiri."

Kisah Wang yang pantang menyerah tersebut lantas membuat pihak perguruan tinggi mengurangi biaya kuliahnya serta memberinya uang saku sekitar Rp 894 ribu tiap bulannya. Tak hanya itu saja, Wang juga mendapatkan kamar asrama di lantai satu untuk memudahkannya keluar masuk.

"Aku sangat berterima kasih banyak orang baik yang membantuku. Perguruan tinggi Shangqiu yang telah menerimaku dan membantuku keluar dari masalah keuangan," ujar Wang. "Tapi sungguh aku tak ingin membuat orang lain susah karenaku. Percayalah aku akan dapat menemukan caraku sendiri untuk hidup di dunia ini."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait