#SamaSamaMalaysia telah menjadi trending topik Indonesia sebagai balasan cuitan sindiran #TerimaKasihIndonesia.
- Tim WowKeren
- Kamis, 17 September 2015 - 11:03 WIB
WowKeren - Asap yang mengepul di wilayah Sumatera telah menjadi perbincangan hangat warga negara Malaysia. Setelah Rabu (16/9) lalu netter "tetangga sebelah" ramai berbincang dalam topik #TerimaKasih, netter domestik membalas dengan meme #SamaSamaMalaysia.
Meski sadar bahwa asap kebakaran hutan di Sumatera telah mengganggu Malaysia, netter Indonesia membalas sindiran dengan santai. Bagi mereka, wajar saja duka Indonesia sampai ke Malaysia karena dua negara ini bertetangga sangat dekat.
#TerimaKasihIndonesia #SamaSamaMalaysia kami senang bisa berbagi dengan anda.asap/jerebu ni produk terbaru kami untuk gantikan oksigen.
— Iches Sar���������® (@AthesJubpi) September 16, 2015
#TerimaKasihIndonesia #SamaSamaMalaysia selamat menikmati jerebu nya ya..,muuaaccchhh.. pic.twitter.com/253Rbhucpq
— eky.K.navis (@ekyfarrs) September 17, 2015
#TerimaKasihIndonesia
#SamaSamaMalaysia lol xD pic.twitter.com/xaz3YPq9eO
— [N] (@N_isme) September 16, 2015
Edisi asap/jerebu #samasamamalaysia pic.twitter.com/l3rJHTUPRL
— Aziz Primadi (@PrimadiAziz) September 16, 2015
@PartaiSocmed @budisujatmiko . #TerimakasihINDONESIA #SamaSamaMalaysia #SelamatMenikmatiMalaysia �����°��¯��¿��½��¯��¿��½��¯��¿��½�����°��¯��¿��½��¯��¿��½��¯��¿��½ pic.twitter.com/aJHoF3Amoo
— #K�����¢��¯��¿��½�����¢ (@kujisa) September 16, 2015
Sementara itu, hashtag #SamaSamaMalaysia telah menjadi salah satu trending topik di Indonesia. Menurut pengamatan WowKeren, topik tersebut naik perlahan hingga menjadi trending pertama pada siang ini.Di Indonesia sendiri, untuk mengatasi asap yang sudah dalam ambang bahaya di Riau ini, pemerintah menargetkan asap akan hilang dalam waktu 14 hari. "Riau kita tetapkan dari hasil pembicaraan dengan pemda, dengan melihat ancaman yang ada dan kemampuan yang dimiliki, Riau ditetapkan 14 hari sejak Kamis lalu," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, usai rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan di Istana Negara, Rabu (16/9).
(wk/)