Viral Pelajar Bawa Senjata Tajam di Bekasi, Kini Bakal Jadi Duta Anti Tawuran
Unsplash/Tigran Hambardzumyan
Nasional

Video pelajar bersenjata mengendarai motor di jalanan Bekasi sempat viral. Polisi pun telah memeriksa pelaku dan mengungkap rencana menjadikan para remaja tersebut sebagai duta anti tawuran.

WowKeren - Beberapa waktu lalu viral sejumlah pelajar berseragam di Bekasi yang berkendara dengan motor sambil membawa-bawa senjata tajam di jalanan. Hal itu tentu menyebabkan kekhawatiran dan teror tersendiri bagi warga. Namun ternyata, keenam pelajar itu kini malah ditetapkan menjadi duta anti kekerasan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya diketahui bahwa baru-baru ini beredar video para pelajar yang berkonvoi mengendarai sepeda motor di jalanan sambil membawa senjata tajam. Aksi itu diketahui terjadi di Jalan Cikunir, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Video meresahkan itu pun telah diselidiki oleh pihak kepolisian Metro Bekasi Kota. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki menungkap bahwa video tersebut adalah rekaman lama yang diunggah kembali oleh warga.

"Video viral yang kejadian di Cikunir Bekasi Selatan itu kejadiannya pada bulan Juli, baru di-upload oleh masyarakat tanggal 7 Oktober," terang Kombes Hengki kepada wartawan, Senin (10/10).

Setelah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan pihak Polres Metro Bekasi Kota tidak menemukan adanya korban jiwa ataupun luka-luka yang disebabkan oleh aksi para pelajar tersebut. Karena itu, pihaknya memastikan bahwa pihaknya tidak akan menahan para remaja tersebut. Namun, pihaknya akan memberikan pembinaan khusus kepada para pelajar tersebut.


"Karena tidak ada korban ya, hukum itu kan enggak harus memenjarakan seseorang, ada langkah-langkah pembinaan terhadap masyarakat itu kan ada apalagi ini kan jadikan momen kita, mudah-mudahan aksi tawuran berkurang dan bahkan hilang di Bekasi," terang Kombes Hengki.

Bahkan, para pelajar tersebut rencananya malah akan dijadikan duta anti tawuran. Menurut Hengki, pemilihan para remaja tersebut sebagai duta anti tawuran sepertinya akan menunjukkan hasil efektif.

"Nah ini kita jadikan itu (duta anti tawuran) supaya benar-benar alami, tidak dibuat-buat itu berdasarkan pernyataan yang bersangkutan," terang Kombes Hengki.

Sementara itu diketahui bahwa pihak Polsek Bekasi Selatan sebelumnya telah menangkap 5 orang remaja sebagai tindak lanjut informasi dari warga soal video viral tersebut. Kelima remaja tersebut diamankan pada Sabtu (8/10) lalu.

"Dari informasi warga maupun video viral, kami menindaklanjutinya dengan mengamankan lima orang pelajar berikut barang buktinya," pungkas Kanit Reskrim Polsek Bekasi Selatan, Iptu Valerij Lekahena, Minggu (9/10).

(wk/amel)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait