Bak Kompor, Bunga di Hutan Kanada Ini Panasnya Bisa Melelehkan Salju
SerbaSerbi

Bunga Kubis Sigung merupakan salah satu tanaman langka yang memiliki kemampuan thermogenesis, apa itu?

WowKeren - Bunga berbau busuk atau yang memakan serangga seperti Kantong Semar mungkin sudah familiar, tapi tahukah Anda ada bunga yang memiliki panas? Seunik badannya yang hangat, bunga ini juga punya nama tak kalah unik yaitu Kubis Sigung (Symplocarpus foetidus). Yuk intip keunikannya!

Kubis Sigung dapat ditemukan di hutan dan lahan basah di seluruh Kanada timur dan timur laut Amerika Serikat. Sesuai namanya, bunga itu memang berbau busuk dan bentuknya pendek. Ia yang tumbuh pertama saat musim semi datang pada kisaran Februari dan Mei saat salju belum sepenuhnya meleleh.

Saat Kubis Sigung itu bungnya tumbuh dari tanah menembus salju, di situlah keunikannya. Di sekelilingnya terbentuk seperti "kolam" kecil akibat lelehan salju. Bukan karena kena matahari, lelehan yang membentuk "kolam" itu disebabkan oleh panas yang dipancarkan si bunga.


Kubis Sigung memang merupakan salah satu tanaman langka yang memiliki kemampuan thermogenesis. Tanaman ini dapat menghasilkan sejumlah besar panas yang bahkan mamalia tidak bisa melakukannya. Bahkan suhunya bisa meningkat lebih tinggi ketika udara sekitarnya makin dingin.

Dalam sebuah eksperimen didapat hasil bahwa Kubis Sigung menjaga suhu bunga 9 derajat Celcius lebih tinggi ketika udara 15 derajat. Namun ketika udara turun jadi -15 derajat Celsiuc maka bunganya tetap bersuhu 15 derajat, atau lebih tinggi 30 derajat.

Para ahli biologi percaya tanaman termogenik menghasilkan panas untuk membantu dalam penyerbukan. Panas membuat aroma bunga ini lebih tidak stabil yang membantu aroma untuk menyebar lebih luas sehingga serangga penyerbuk dapat menemukan mereka dari jauh. Panas juga membuat tanaman menarik bagi serangga yang mencari kehangatan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!