1 Lagi Anak Jadi Korban Tewas, Total 70 Ribu Jiwa Lebih Terpengaruh Asap
Nasional

Ramadhani Luthfi Aerli telah meninggal dunia diduga karena terpapar terlalu banyak asap sisa kebakaran hutan di Pekanbaru.

WowKeren - Seorang bocah berusia 9 tahun, Ramadhani Luthfi Aerli, telah meninggal dunia diduga karena terpapar terlalu banyak asap sisa kebakaran hutan di Pekanbaru. Dokter mengatakan jantung bocah SD ini mengalami penipisan oksigen.

Yuliarni, Manajer Medis Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru menyatakan bahwa keadaan sudah sangat buruk ketika dibawa ke rumah sakit. Dokter malam yang saat itu bertugas melakukan penanganan medis di Ruang PICU dengan memberikan infus dan oksigen.

"Saat datang, pasien sudah panas dan kejang-kejang. Kondisinya sudah berat," terangnya. "Yang merawat pasien dokter malam. Saya tidak bisa jelaskan secara medis, karena bukan saya menangani."

Luthfi bukanlah korban pertama yang meninggal akibat kabut asap yang kini sedang menutupi sebagian daerah Indonesia. Penderita penyakit akibat bencana kabut asap di Riau mencapai 78.933 orang dari awal Januari hingga 21 Oktober 2015.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril mengungkapkan bahwa setidaknya 66.234 jiwa diantaranya terkena penyakit indeks saluran pernafasan akut (ISPA). 1.076 jiwa terjangkit pneunomoa, 3.073 terjangkit asma, 3.693 jiwa terkena penyakit mata dan 4.857 jiwa terkena penyakit kulit.

"Kabut asap dalam beberapa hari ini meningkat tajam," ujarnya. "Karena dalam beberapa hari ini, udara kembali memburuk."

Untuk menghentikan korban terus berjatuhan, pihaknya selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu memakai masket ketika berada di luar rumah dan meminum banyak air putih. Ia juga menekankan hal ini terutama untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!