Alat sederhana yang dibuat tiga siswa MTs ini berhasil menyabet medali emas dalam LPIR 2015 di Bali.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 November 2015 - 09:17 WIB
WowKeren - Asap rokok merupakan polusi yang paling sering tidak kita sadari. Orang mungkin mengira jika perokok lah yang paling banyak terkena dampak dari polusi ini. Namun sayangnya, justru orang-orang di sekitar perokoklah yang memiliki risiko paling tinggi terkena dampak dari polusi ini.
Melihat hal itu, tiga orang siswa MTs pondok pesantren (Ponpes) Tahfidz Yanbu'ul Qur'an, Kudus pun berinisiatif membuat alat untuk mengatasinya. Siapa sangka alat sederhana yang mereka buat justru mendapatkan medali emas dalam Lomba Penelitian Ilmiah Remaja (LPIR) 2015.
"Kami sempat minder, karena alat yang kami rangkai cukup sederhana. Sementara, punya peserta lain bentuknya bagus-bagus," ungkap Abdullah Faqih, salah satu anggota tim pada Senin (2/11). "Namun, setelah pengumuman, mereka kaget karena kami bisa menggondol medali emas."
Selama empat bulan, Abdullah bersama kedua temannya, Alin Adzakannuha dan M Nasim Mubarok, berkutat membuat alat pengurang polutan yang diberi nama T-Fanter 25. Alat tersebut dapat mengurangi kadar CO2 (karbondioksida) dalam asap rokok, dari 60 persen menjadi 14 persen.
Penggunaan alat ini pun cukup sederhana. Cukup taruh T-Fanter 25 ini di bagian atas ruangan, kemudian asap rokok yang terserap akan diproses selama 30 menit sebelum akhirnya menjadi udara segar kembali.
(wk/)