Miris, Peringati Hari Pahlawan Puluhan Mantan Pejuang Terancam Digusur
Nasional

Puluhan mantan pejuang membuat aksi di depan Monumen Mandala, Makkasar karena menolak digusur.

WowKeren - Selasa (10/11) seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Seruan untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangannya terdengar di mana-mana.

Namun, sebuah cerita berbeda datang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Peringatan Hari Pahlawan justru dinodai oleh aksi yang dilakukan di depan Monumen Mandala.

Pasalnya, aksi tersebut dilakukan oleh puluhan veteran atau mantan pejuang kemerdekaan yang menolak untuk digusur. Puluhan veteran dan keluarganya itu berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Bahkan, mereka tidak segan-segan membakar bintang jasa. Diungkap oleh Kolonel Purnawirawan Willington Dumalang, aksi tersebut dilakukan untuk menunjukkan kekecewaan terhadap pemerintah dan negara.


"Tidak berguna bintang tanda jasa ini diberikan negara terhadap kami mantan pejuang," ujar Willington Dumalang. "Sementara hak kehidupan kami selalu diusik negara."

Sementara itu, puluhan veteran dan keluarganya itu telah tinggal selama puluhan tahun di komplek rumah dinas TNI AD di jalan Cenderawasih, Garuda, Mappanyukki, Rajawali, Buntu Terpedo dan Mappaoddang. Namun, sebanyak 63 rumah yang ada rencananya akan diambil alih oleh TNI karena merupakan lahan negara.

Meski begitu, Sekretaris Jenderal Forum Koordinasi Penghuni Rumah Negara (FKPRN) Sulsel, Herman A Kendek mengaku tidak akan tinggal diam. Pihaknya akan mengambil langkah hukum karena menurutnya hal ini telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!