Sebelum wafat, Kartini rupanya ditangani oleh dokter yang memiliki reputasi buruk.
- Tim WowKeren
- Kamis, 21 April 2016 - 07:32 WIB
WowKeren - Raden Ajeng Akrtini menikah di usia yang cukup muda dengan Bupati Rembang, RM A.A. Djojoadiningrat, seorang duda dengan tujuh anak. Di usia pernikahan yang baru 10 bulan, Kartini akhirnya berpulang pada 17 September 1904 di usia 25 tahun.
Menurut sang suami, Kartini masih tampak sehat setengah jam sebelum meninggal. Ia lalu mengeluh sakit perut dan dipanggil lah dokter sipil dari Pati, Van Ravesteijin yang kemudian memberi Kartini obat. Sayangnya, 30 menit kemudian kondisi Kartini malah memburuk dan ia wafat di pelukan suaminya.
Desas-desus pun muncul usai kematian Kartini yang mendadak, yang paling ekstrim adalah rumor dirinya diracun. Namun keluarga menganggapnya hanya kematian biasa sebagaimana yang terjadi pada ibu melahirkan.
Namun dugaan malpraktek semakin kuat saat terungkap Van Ravesteijin bukanlah dokter langganan Kartini. Dari biografi "Kartini: Sebuah Biografi" karangan Sitisoemandari Soeroto seperti dikutip dari pojoksatu.id, Van Ravesteijin juga dokter yang dinilai kurang cakap dan memiliki reputasi buruk.
Selain itu, kondisi Kartini pada 17 September 1904 juga sangat baik sebelum ia meminum obat yang diberikan Van Ravesteijin. Bahkan Kartini dan sang dokter sempat minum anggur bersama-sama demi kesehatannya.
Kendati demikian salah satu keponakan Kartini, Sutiyoso Condronegoro mengakui isu miring itu tidak dapat dibuktikan. Keluarga menganggap kematian Kartini hanya hal lumrah akibat proses kelahiran yang berat.
(wk/)