Indonesia tak bisa menghalangi dampak kabut asap dengan maksimal lantaran hal ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 September 2016 - 08:54 WIB
WowKeren - Kebakaran hutan terjadi di Indonesia pada 2015 lalu bisa dibilang sebagai salah satu yang terparah sepanjang sejarah. Kabut asap yang dihasilkan sampai mencemari hingga ke negara tetangga. Tidak hanya itu, sejumlah warga juga mengalami gangguan kesehatan bahkan ada yang meninggal dunia.
Baru-baru ini, ilmuwan dari Harvard University dan Columbia University mengungkap jika kabut asap pada 2015 lalu membunuh paling tidak 100.300 orang. Hal itu diungkap melalui Environmental Research Letters dari penelitian yang berbasis pemodelan.
Penelitian itu menganalisis kematian berdasarkan cakupan wilayah dan mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan oleh partikel PM 2,5. Hasilnya, mereka memprediksi kematian di Indonesia diprediksi 91.600, di Singapura dan Malaysia masing-masing 2.200 dan 6.500.
Pakar epidemologi dari Harvard, Joel Schwartz yang terlibat dalam penelitian itu mengungkap jika Indonesia beresiko tinggi menghadapi gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan. Pasalnya, kabut asap bisa dengan bebas masuk ke rumah penduduk karena rumah di Indonesia memiliki banyak ventilasi sehingga sulit untuk menghalau polusi udara.
Meski para ilmuwan itu tidak memeriksa data resmi kematian di lapangan, hasil penelitian itu seharusnya bisa menjadi cambuk untuk Indonesia. Pemerintah harus bisa menangani kasus kebakaran hutan dengan serius agar tidak ada korban berjatuhan lagi.
(wk/)