Peraturan dan larangan bermotor seperti apa yang diterapkan oleh Wali Kota Roma untuk mencegah polusi berkelanjutan? Simak di bawah ini.
- Tim WowKeren
- Senin, 12 Desember 2016 - 10:43 WIB
WowKeren - Roma juga menghadapi masalah polusi udara yang cukup membahayakan. Sudah memasuki tingkat cukup parah, Wali kota Roma akhirnya memberlakukan larangan parsial pada kendaraan sebagai upaya mengatasi kabut asap parah yang melanda banyak kota-kota besar Italia.
Tingkat nitrogen dioksida di Roma memang melonjak secara signifikan dan melewati batas aman yang telah ditetapkan Uni Eropa. Hal tersebut membuat Wali kota Roma, Virginia Raggi, mengumumkan "eco-Sunday" yang diselenggarakan pada 11 Desember lalu.
Dilansir Independent, Minggu dipilih sebagai hari semi-bebas mobil di Roma, dengan pembatasan ketat dan denda bagi siapa saja yang memandang rendah larangan tersebut. Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah wilayah di Italia mengalami kekeringan cuaca dan menyebabkan pembentukan serta pengendapan polusi dan asap. Hanya kendaraan ramah lingkungan seperti hibrida dan mobil listrik yang dibebaskan dari larangan tersebut, yakni diperbolehkan berkendara dari 07.30 hingga 12.30 dan 16.30 hingga 20.30 pada hari Minggu.
Anggota Dewan di Turin, sebuah kota di Italia utara, juga berencana untuk membatasi penggunaan mobil di sana. Namun di kota tersebut perpanjangan pelarangan kendaraan akan ditentukan pada Senin, tergantung pada tingkat polusi selama akhir pekan.
Seorang anggota Dewan Lingkungan Stefania Giannuzzi mengatakan, warga harus menggunakan transportasi alternatif bila memungkinkan, bahkan sebelum larangan tersebut secara resmi diberlakukan. Milan juga mempertimbangkan pembatasan lalu lintas, mengingat tingginya tingkat polusi partikel halus. Namun polusi kota tersebut akan melebihi standar yang telah ditetapkan oleh Eropa.
(wk/)