Diduga Selundupkan Senjata, Pasukan Perdamaian RI Tertahan di Sudan
Nasional

Polri memberikan penjelasan terkait berita pasukan perdamaian RI tertahan di Sudan karena dugaan penyelundupan senjata.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Indonesia telah mengirimkan Pasukan Perdamaian ke Sudan. Pasukan Garuda Bhayangkara II FPU VIII itu telah menyelesaikan tugasnya dan akan kembali ke Tanah Air.

Namun, kepulangan mereka harus tertunda. Pasukan yang dipimpin oleh AKBP Jhon Huntal Hutajulu itu kabarnya tertahan di Bandara Al-Fashir, Sudan karena diduga terlibat dalam penyelundupan senjata.

Petugas di Bandara Sudan mengatakan jika pihaknya menemukan kontainer berisi senjata yang diduga akan diselundupkan. Demi menangani hal ini, Polri telah mengirimkan lima personel Divisi Hubungan Internasional ke Sudan.


"Polri akan mengirim personel ke Sudan untuk melihat bagaimana proses tersebut, untuk mendalami, dan berkomunikasi dengan pihak terkait di sana. Kedubes kita ada di sana, lalu ke UNAMID," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul.

Lebih lanjut, Martinus juga membantah dugaan penyelundupan senjata yang dituduhkan. Menurutnya kontainer tersebut sudah ada sebelum pasukan RI tiba, warna labelnya juga berbeda dari milik Indonesia. Martinus mengatakan ada WN Sudan yang tiba-tiba memasukkan kontainer asing ke mesin sinar-X ketika semua kontainer milik Indonesia sudah lolos.

"Saya tegaskan, mereka bukan ditangkap, tapi tertahan untuk kepulangan mereka. Bukan ditangkap ya, mereka tinggal di transit camp di sana. Karena tempat mereka di Garuda Camp sudah diisi FPU IX," imbuhnya. "Warnanya beda, bukan pakai label Indonesia. Dipastikan itu bukan berasal dari pasukan Indonesia menurut komandan satgas FPU VIII."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait