'Telantarkan' Penghuni, Pemilik Yayasan Tunas Bangsa Riau Jadi Tersangka
Nasional

Begini kisah derita para penghuni Panti Tunas Bangsa hingga berakhir dengan memprihatinkan.

WowKeren - Akhir-akhir ini publik tengah menyoroti kasus Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa di Pekanbaru, Riau. Menurut dinas sosial setempat, panti ini telah beroperasi secara ilegal selama enam tahun terakhir atau sejak sejak 2011 lalu. Masyarakat pun melaporkan bahwa panti ini bermasalah.

Yayasan Tunas Bangsa sendiri tersebar di beberapa lokasi di kota Pekanbaru. Panti itu terdiri dari panti jompo, panti asuhan, orang gila dan fakir miskin. Dilansir dari Liputan 6, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Riau, Nanda Pratama mengungkapkan bahwa kondisi panti memang tak layak huni.

Dalam panti jompo dan orang gila, bangunannya lembab serta mengeluarkan aroma tak sedap akibat tumpukan sampah. "Penghuni panti tak dirawat, kurus dan dibiarkan kelaparan," kata Nanda. Kondisi serupa juga terlihat di panti asuhan anak tempat bayi M. Ziqli, meninggal secara tak wajar.


Warga juga menyebut jika para penghuni khususnya anak-anak dieksploitasi untuk dijadikan pengemis dan peminta-minta. "Setiap pagi mereka dibawa oleh mobil Pick up kemudian setelah magrib pulangnya," jelas Ketua LPA Riau Esther Yuliani, Selasa (31/1). Kini setidaknya ada lima anak dan puluhan orang dewasa penghuni panti diamankan oleh LPA dan Dinsos Riau.

Mengenai kasus tersebut, Penyidik Polresta Pekanbaru menetapkan pemilik Yayasan Tunas Bangsa Lili Nurhayati sebagai tersangka pada Selasa (1/2). Tersangka diduga sengaja melakukan tindak kekerasan kepada anak-anak hingga berujung meninggalnya seorang bayi berusia 1,8 tahun. Ia juga diperiksa mengenai dugaan eksploitasi anak.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait