Benarkah Saracen sengaja dipesan untuk menjatuhkan lawan politik di Pilpres 2019?
- Tim WowKeren
- Senin, 28 Agustus 2017 - 14:04 WIB
WowKeren - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri masih terus menyelidiki kasus penyebaran berita hoax dan SARA di internet yang dilakukan sindikat Saracen. Para tersangka yang telah ditangkap sebelumnya pun masih dalam pemeriksaan.
Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar mengungkapkan salah satu motif sindikat Saracen berani membuat konten negatif dan menyebarkannya di media sosial lantaran faktor ekonomi. "Kami sudah menemukan bukti itu," kata Irwan sebagaimana dilansir dari Liputan 6, Minggu (27/8).
Irwan menambahkan, bukti tersebut didapat dari hasil interogasi dan penyidikan terhadap para tersangka. Sindikat Saracen mengaku mendulang uang Rp 100 juta dari tiap proyek yang dikerjakannya.
Ketika ditanya siapa yang memesan proyek tersebut, Irwan belum bisa memberikan komentar apapun. Begitu juga mengenai tujuan proyek penyebaran berita hoax ini. "Itu akan menjadi materi penyidikan kami," tandas dia.
Akan tetapi, menurut pengamat politik, Arbi Sanit, grup-grup seperti Saracen ini bisa menjadi alat politik menjelang pemilihan umum 2019. "Saracen ini alat politik," kata Arbi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (27/8).
Arbi menilai, salah satu tujuan grup-grup penyebar hoax tersebut adalah untuk memfitnah atau menjatuhkan calon presiden yang akan bertarung pada Pemilu 2019. "Mungkin ini lawan politik Jokowi yang memainkannya. Saracen dan akun-akun sejenis harus diberantas untuk menghindari permainan politik," jelas Arbi.
(wk/)