Berikut sejumlah komoditas lokal yang siap dibarterkan pemerintah dengan 11 pesawat tempur Sukhoi dari Rusia.
- Tim WowKeren
- Selasa, 29 Agustus 2017 - 14:26 WIB
WowKeren - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan menukar sejumlah komoditas nasional dengan 11 pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia. Mengutip Kompas, Senin (28/8), salah satu komoditas yang dibarter adalah kerupuk yang menjadi makanan khas Indonesia.
"Saya kan ingin ada nilai tambah," kata Enggartiasto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8). "Kerupuk lho, sekarang di Nigeria, biskuit segala macem dari Mayora, Wings, ke Afrika itu ekspornya tinggi sekali. Dia punya nilai tambah."
Selain kerupuk, ada sejumlah komoditas lain yang akan dibarter. "Furnitur, kopi, gula, masih kami bikin list. Segera kami kasih ke mereka, kami beri kesempatan untuk membahas di internal mereka," ucap Enggar.
Di luar bahan pangan, Indonesia juga menawarkan produk lain seperti alat pertahanan yang diproduksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pindad ke Rusia. "Kita kasih ini produknya PT Pindad, ini produknya PT Dirgantara Indonesia, ada kapal segala macem, kita bikin list-nya, silakan anda pilih, setelah itu kita negosiasi," sambung Enggar.
Sebelumnya, kedua negara telah sepakat melakukan jual-beli 11 pesawat Sukhoi senilai USD 570 juta dolar (Rp 15,3 triliun) dengan cara imbal dagang. Dengan kata lain, pembelian satu pesawat tempur tersebut bisa menggunakan komoditas dagang. Akan tetapi, barter ini bisa terwujud usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia yakni Rostec, dengan BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.
(wk/)