Berikut tanggapan dari Kemenpora mengenai curhatan miris salah satu atlet peraih emas di SEA Games 2017.
- Tim WowKeren
- Kamis, 31 Agustus 2017 - 14:24 WIB
WowKeren - Sebuah curahan hati menyedihkan dari atlet tolak peluru putri Indonesia, Febri Ekawati menjadi viral di media sosial. Atlet berusia 25 tahun itu mengaku belum menerima jatah uang akomodasi sejak Januari lalu. Uang akomodasi itu di antara berupa uang makan dan penginapan.
Melalui akun Instagram pribadinya, @ekifebri, Eki mengatakan terpaksa harus membayar makan dan akomodasi sendiri selama persiapan SEA Games 2017. "Saya atlet peraih emas SEA Games 2017. Uang akomodasi (makan, penginapan, dll) belum juga dibayar dari bulan Januari-Agustus. Padahal, SEA Games sudah hampir selesai," tulis Eki
Eki lanjut mengeluhkan birokrasi Indonesia yang cukup kompleks. "Bagaimana mau maju? Birokrasi dan sistem olahraga di Indonesia yang ribet. Pemerintah juga harus introspeksi terkait penyebab kenapa Indonesia tidak maksimal di SEA Games sekarang," sambungnya.
Eki merupakan atlet tolak peluru putri yang menyumbangkan emas ke-22 bagi Indonesia di ajang SEA Games 2017. Ia berhasil mencetak lemparan sejauh 15,39 meter.
Menanggapi curhatan Eki Febri, pihak Kemenpora mengaku terkejut. Melalui juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, pemerintah menyampaikan permintaan maaf dan berharap kasus Eki bisa segera teratasi. "Terkait nasib atlet tolak peluru Eki Febri yang telah mendapat medali emas di SEA Games 2017, kami atas nama Kemenpora menyampaikan apresiasi atas prestasi medali emas yang telah diperolehnya," ujar Gatot sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (31/8).
"Namun, kami mohon maaf atas kejadian bahwa yang bersangkutan belum menerima dana akomodasi sejak Januari 2017. Kami tentu saja sangat terkejut dengan kejadian tersebut, dan untuk itu sedang kami telusuri di internal Kemenpora mengapa hal tersebut sampai terjadi," sambungnya.
Lebih jauh, Gatot mengakui bahwa masalah akomodasi atlet memang sedikit terlambat. Hal itu salah satunya dikarenakan anggaran Kemenpora baru cair seluruhnya pada April 2017.
"Kami akui dalam beberapa bulan terakhir ini, ada persoalan terkait honor, peralatan, akomodasi dan try out atlet-atlet Prima. Satu per satu sudah mulai terurai sejak Mei 2017 mulai dari honor atlet, kemudian sebagian try out di bulan Juni 2017 dan peralatan di bulan Juli 2017," ucap Gatot. "Yang lambat progres-nya adalah untuk akomodasi, meski sudah ada yang terealisasi tetapi belum seluruhnya."
(wk/)