Berikut kepanikan masyarakat Bali setelah Gunung Agung ditetapkan berstatus siaga.
- Tim WowKeren
- Selasa, 19 September 2017 - 13:45 WIB
WowKeren - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun telah menaikkan status Gunung Agung, di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali dari level II (Waspada) ke level III (Siaga). Kenaikan status ini terhitung sejak pukul 21.00 Wita hari ini.
Penetapan status siaga ini pun membuat warga sekitar panik sehingga mereka berbondong-bondong mulai mengungsi. Padahal BNPB sendiri belum mengeluarkan imbauan resmi untuk mengungsi.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sudah ada 44 orang warga mengungsi secara mandiri terkait naiknya status Gunung Agung. Mengutip Kompas, Selasa (19/9), 44 orang pengungsi itu berasal dari Dusun Lebih, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Mereka mengungsi ke 3 lokasi di wilayah Kabupaten Klungkung.
Kepanikan warga itu pun diperparah dengan postingan status dan foto hujan abu di media sosial yang tanpa memberikan informasi jelas. Karena itu, Sutopo menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing berita yang menyesatkan. "Sebarkan fakta dan informasi yang benar, masyarakat diimbau untuk tenang," kata Sutopo.
Sejauh ini, masyarakat masih diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, namun tetap mematuhi setiap saran dan rekomendasi dari pemerintah. "Masyarakat silakan tetap beraktivitas normal. Wisatawan silakan tetap berkunjung ke Bali. Taati semua rekomendasi dan saran dari pemerintah dan pemda," tuturnya.
Masyarakat hanya diminta untuk menjauh dari area gunung dalam radius 6 kilometer. "PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, tidak melakukan pendakian, dan tidak berkemah di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 km dari kawah puncak Gunung Agung," ujar Sutopo.
(wk/)