Inilah rahasia besar yang diungkap Bondan Winarno sebelum meninggal...
- Tim WowKeren
- Rabu, 29 November 2017 - 13:52 WIB
WowKeren - Setelah kehilangan Laila Sari, dunia hiburan kembali berduka usai Bondan Winarno menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu (29/11). Salah satu ikon kuliner dan traveling Tanah Air ini meninggal di RS Harapan Kita, Jakarta sekitar pukul 09:05 WIB.
Sebelum meninggal, Pak Bondan sempat mengungkap rahasia besar tentang penyakit yang dideritanya. Rahasia tersebut dituliskan secara lengkap dalam lini komunitas Jalansutra yang kemudian dibagikan ulang oleh salah satu pengguna Facebook. Pembawa acara kuliner "Wisata Kuliner" ini merinci tahapan saat dirinya sakit mulai tahun 2005 silam.
"Keluarga JS-ku. Mohon maaf bila selama beberapa hari ini saya menyembunyikan sebuah rahasia besar dari Anda semua. Saya ceritakan sejak latar belakangnya," buka pemilik jargon "Pokok'e Maknyus" itu. Penyakit itu dirasakan oleh Pak Bondan sejak tahun 2005.
Saat itu, Pak Bondan merasakan kesemutan di ujung-ujung jari sebelah kanan. Tanpa pikir panjang Pak Bondan pun langsung periksa ke Rumah Sakit Bintaro. Setelah menjalani MRI, Pak Bondan harus menjalani observasi selama tiga hari dan didapat kesimpulan soal penyakit yang diderita Pak Bondan.
"Kesimpulan: cardiologist strongly suspected penyumbatan arteri jantung dan saya harus menjalani kateterisasi sesegera mungkin," tulisnya. "In contrary, neurologist di RS yg sama mengatakan bahwa yg saya alami sama sekali bukanlah penyakit jantung."
"Saya mencari second opinion di RSPI. Kesimpulan sama: cardiologist bilang harus kateterisasi segera. Neurologist RSPI juga bilang: bukan masalah jantung," lanjutnya. "Dalam kebimbangan, saya tidak menjalani kateterisasi. Saya hanya minum Plavix ( pil pengencer darah) untuk menghindari penyumbatan arteri."
Selama beberapa tahun Pak Bondan mengalami banyak sekali perawatan. Hingga pada Juli 2017 beliau kembali menjalani medical record di rumah sakit di Kuala Lumpur. Saat itulah dokter yang menangani Pak Bondan mengetahui bahwa katup aorta Pak Bondan bocor. Hingga harus menjalani operasi pada 27 September 2017.
"27 Sept 2017 pagi saya menjalani 2 operasi sekaligus: penggantian katup aorta dan penggantian aorta yang nengalami dilatasi," tulisnya lagi. "Operasi berlangsung selama 5 jam dan dinyatakan berhasil. Saya siuman di ICU sore hari dan dirawat selama 24 jam di ICU. Dari ICU saya dipindah ke Intermediary Ward."
Setelah menjalani operasi tersebut, Pak Bondan sempat kejang-kejang dalam tidurnya akibat mengalami komplikasi artmia. Beliau harus dipasangi TPM (Temporary PaceMaker). Kondisi ini pun sempat membuat Pak Bondan ketakutan.
"Utk aritmia ini, saya ditangani Dr. Dicky Hanafy, lulusan Jerman. Krn setelah 72 jam tidak tampak progress dari TPM, Selasa siang Dr. Dicky memutuskan utk memasang TPM lain di pangkal paha. Terus terang, saya ketakutan," lanjut Pak Bondan. "Miracle happens. Selasa malam, ketika perawat sdg mempersiapkan saya utk didorong ke kamar operasi, tiba2 denyut nadi saya berirama kembali. Operasi dibatalkan. Saya lega setengah mati."
"Demikianlah, kejadian demi kejadian telah saya alami. Untuk sementara saya belum dapat dijenguk di Intermediary Ward," lanjutnya. "Tapi, bila keadaan membaik, Jumat ini saya akan dipindah ke kamar perawatan. Tempatnya terlalu kecil utk Anda menjenguk."
"Karena itu, sambil GR akan banyak yg menjenguk saya, saya sudah mengatur tempat di lobby Wisma Fits, di dalam kompleks RSIB dan PJN Harapan Kita untuk 1 sesi bezoeksutra Minggu, 8 Oktober pk 13-15 untuk 10 orang," tutup Pak Bondan. "Mohon mendaftar ke Lidia Tanod dan Harry Nazarudin utk mengatur kunjungan. Di luar waktu tsb, mohon maaf, tidak dapat saya terima. Mohon doa Anda semua agar pemulihan saya tuntas dan lancar. Salam, Bondan Winarno."
(wk/)