Video tersebut membuat netter terkejut lantaran sang jukir meninggal mendadak dalam keadaan yang tak terduga.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Desember 2017 - 08:17 WIB
WowKeren - Sebuah video rekaman CCTV mengenai detik-detik meninggalnya juru parkir secara mendadak menjadi viral di media sosial. Video yang telah dilihat hingga puluhan ribu penayangan tersebut membuat netter terkejut dan tengah menjadi perbincangan publik.
Dalam video itu, terlihat tiga jukir berpakaian warna kuning dan seorang petugas satpam tengah duduk di kawasan parkir Yogya Grand Center, Kota Cirebon. Keempat petugas tersebut tampak bersantai sembari menjaga tempat parkir. Akan tetapi, salah seorang jukir tiba-tiba terjatuh dari kursi hingga terduduk di lantai dalam posisi berlutut.
Ketiga petugas lainnya terkejut, lalu memeriksa sang jukir yang terjatuh. Tampak dari video, jukir yang terjatuh tidak sadarkan diri. Ketiga rekannya itu pun mengangkat sang jukir lalu menidurkannya. Namun nahas, ternyata jukir tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Diketahui jukir yang meninggal itu bernama Kusmadi alias Bugis. Pihak keluarga sempat kaget mengetahui video kerabatnya yang meninggal itu menjadi viral di medsos. "Saya dapat kiriman dari teman tadi malam. Sebelumnya tidak beredar ke mana-mana," ujar Rahmadi, anak kandung Bugis, dilansir detikcom pada Rabu (20/12).
Rahmadi kemudian menuturkan kabar duka itu didapatkan pada Kamis (14/12) lalu. Saat kejadian, Rahmadi tidak berada di Cirebon. Melainkan tengah bekerja di Bali.
"Saya lagi kerja di Bali. Tiba-tiba dapat kabar (duka)," kata Rahmadi. "Tiba-tiba dapat kabar, itu waktu kejadian. Kalau video beredar sih baru malam tadi."
Menurut Rahmadi, pihak keluarganya menduga Bugis meninggal akibat serangan jantung. Pasalnya, ayah kandungnya itu memang memiliki riwayat penyakit lemah jantung.
Bugis diketahui tinggal bersama istrinya, Mimin Aminah, di Kelurahan Pekalangan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Pria 52 tahun itu dikenal sebagai sosok ayah yang pendiam bagi Rahmadi. Keluarga pun tak memiliki firasat apapun tentang Bugis sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhir.
Namun, Rahmadi mengakui saat ia tengah berada di Bali, ayahnya sempat menelepon dan meminta dikirimin sejumlah uang. Dalam percakapan itu, Bugis mengatakan jika itu permintaan terakhirnya.
"Penyakit lain sih tidak ada, hanya lemah jantung. Saya tak punya firasat apa-apa saat bapak ngomong kalau permintaan dikirim uang itu merupakan terakhir kalinya, waktu itu hari Sabtu ( 9/12)," sambung Rahmadi. "Uangnya buat kakak yang mau hajatan. Terus hari Kamisnya bapak meninggal."
Mengenai video detik-detik meninggalnya Bugis yang viral, Rahmadi berharap agar tidak disebarluaskan lagi. Kendati demikian, Rahmadi sudah ikhlas dengan kejadian yang menimpa ayahnya.
"Yang sudah tersebar ya tak apa-apa," pungkas Rahmadi. "Semoga ini menjadi amal ibadah bapak, mengingatkan kita kalau kematian itu tidak ada yang tahu datangnya kapan dan tempatnya di mana."
(wk/)