Pihak kepolisian ungkap kronologi robohnya proyek apartemen yang sedang dibangun ini. Seperti apa?
- Tim WowKeren
- Kamis, 28 Desember 2017 - 10:07 WIB
WowKeren - Kecelakaan kerja terjadi di lokasi proyek Apartemen Pakubuwono Spring, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Bagian bangunan proyek apartemen tiba-tiba runtuh saat dalam pengerjaan. Setidaknya tiga orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Kejadian bermula saat para pekerja tengah melakukan pengerjaan pada bagian plafon di area podium. Pengerjaan tersebut berlangsung pada Selasa (26/12) pukul 20.15. Namun, ketika memasuki Rabu dini hari, tiba-tiba tepi area podium patah dan roboh.
"Menurut keterangan mandor, dirinya bersama tujuh pekerja sedang mengerjakan fabrikasi kayu atau plafon di area podium. Kemudian, dua orang sedang mengerjakan pengecatan di bagian belakang," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto di lokasi, Rabu (27/12). "Pekerja bangunan yang berada di bawah tertimpa reruntuhan bangunan hingga mengakibatkan enam pekerja menjadi korban."
Pihak kepolisian menduga robohnya bangunan diakibatkan oleh perubahan konstruksi bangunan yang dipaksakan. Sehingga terjadi pergeseran konstruksi yang kemudian menyebabkan bangunan roboh.
"Awalnya kan bangunannya satu, setengah bangunan sudah jadi kemudian ada perubahan-perubahan atasnya yang tadinya mau dibeton, kemudian diganti dengan kaca," lanjut Mardiaz. "Nah, pada saat perubahan ini lah mungkin ada memaksakan konstruksi yang kemudian bergeser."
Para pekerja yang sedang berada di bawah tidak sempat menghindari reruntuhan bangunan tersebut. Akibatnya, enam pekerja menjadi korban.
Salah satu korban meninggal bernama Dede Irawan sempat kesulitan dievakuasi lantaran tertimbun bangunan yang roboh. Setelah proses evakuasi selama 20 jam, jenazah Dede berhasil dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum pada Rabu sore. Sementara dua korban meninggal lainnya, Adi alias Bima dan Kirul Ma'sum, berhasil dievakuasi langsung sesaat setelah kejadiaan.
Adapun tiga korban luka-luka lainnya telah menjalani perawatan di RS Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. Pekerja yang mengalami luka-luka tersebut adalah Muklas yang menderita luka sobek di kepala sebelah kiri dengan tujuh jahitan, Idris bin Sohari luka lecet di ketiak kiri dan kanan serta luka sobek di kaki sebelah kiri dengan lima jahitan, dan Aris Suryanto bin Sumadi mengalami luka patah pada pergelangan tangan kiri dan kaki kanan.
Muklas dan Idris diketahui sudah diizinkan pulang dari RS. Sementara Aris masih harus menjalani operasi akibat luka patah tulang.
"Pertama, pasien ada tiga orang yang dua selesai perawatan atau tindakan medis, diperbolehkan pulang. Yang satu lagi, sampai saat ini dirawat di RS kita," kata pejabat Humas RS Medika Permata Hijau, Romi Sukardi. "Ada luka patah tulang harus dilakukan operasi. Operasi nanti pukul 7 malam."
Hingga saat ini kejadian tragis tersebut masih diselidiki oleh polisi hingga Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Kedua pihak tersebut sempat mendatangi TKP untuk mendalami pemeriksaan terkait bangunan yang roboh.
(wk/)