Ge Pamungkas berbicara soal ujian Tuhan hingga menyinggung soal banjir di Jakarta.
- Tim WowKeren
- Senin, 08 Januari 2018 - 12:04 WIB
WowKeren - Nama Ge Pamungkas mulai melejit usai menjadi salah satu komika di acara "Stand Up Comedy". Sejak saat itu ia juga sempat membintangi beberapa judul film. Namun sayang, Ge belum lama ini diterpa kabar kurang baik. Ia dituding melecehkan agama lewat guyonannya saat melakukan stand up di sebuah acara.
Dalam video yang beredar, Ge berbicara soal ujian Tuhan. Menyinggung soal banjir di Jakarta, Ge pun memberikan "protes" keras.
"Dulu nih, Jakarta banjir. Apa coba itu, Weh, netizen itu, ini gara-gara *****. Giliran banjir yang terjadi saat ini, ini adalah cobaan dari Allah SWT," kata Ge. "Sesungguhnya Allah memberikan cobaan terhadap hamba yang dicinta-Nya. Cintai apaan?"
Sontak ucapan Ge tersebut langsung mendapat kecaman keras dari netter. Banyak netter yang menuding Ge melecehkan agama.
Seolah tak ingin banyak dihujat, Ge pun akhirnya angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa ucapannya tersebut tidak menghina Tuhan. Ge mengaku hanya menyindir sifat manusia.
"Min, mau saya jelaskan, bahwa konteks dari omongan saya tentunya tidak menghina Allah SWT, melainkan sifat manusia yang masih double standard dalam melihat agama/ras orang yang dianutnya," tulis Ge. "Menghina agama, ras, dan adat istiadat bukanlah gaya saya dalam menghibur penonton, jadi saya sangat amat sadar bahwa saya tidak mungkin menghina/menyentuh ranah itu, terlebih lagi menghina Sang Khalik, Allah SWT"
Menurut Ge, ada beberapa bagian yang tidak terlihat atau dipotong sehingga menimbulkan salah tafsir. Namun Ge menyadari jika kemungkinan besar ia juga salah berkomunikasi.
"Mungkin ada beberapa part dari awal acara yang tidak terlihat/terpotong, sehingga dapat menimbulkan salah tafsir," lanjut Ge. "Atau mungkin juga cara komunikasi saya yang salah dan syukur alhamdulillah saya masih ditegur oleh Allah SWT melalui mimin."
Karena itu, Ge bersedia jika ia bertemu dengan pihak yang telah mengunggah video tersebut. Tak lupa, ia berterima kasih lantaran telah diingatkan.
"Apabila masih kurang berkenan, saya bersedia kok untuk bertemu, tabayyun, supaya penjelasannya lebih dapat dimengerti. Sudah tugas seorang Muslim dan Muslimah untuk saling mengingatkan. Dan saya dari lubuk hati yang paling dalam ingin berterimakasih sudah diingatkan."
(wk/)