Nama jalan-jalan tersebut diyakini punya sejarah besar tentang toleransi dan asal-usul wilayah bagi warga Betawi.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 Februari 2018 - 09:42 WIB
WowKeren - Wacana mengenai perubahan nama Jalan Mampang-Buncit menjadi Jalan Jendral A.H Nasution di Jakarta masih menuai perdebatan. Usai Wali Kota Jakarta Selatan mengusulkan pergantian nama ke Gubernur, tindakan tersebut mendapat protes keras Sejarawan Betawi, JJ Rizal.
Rizal mengungkapkan penolakannya terhadap usulan ini terkait dengan sejarah Jalan Mampang-Buncit. Rizal menyatakan bahwa setiap nama jalan ataupun wilayah di Jakarta memiliki latar belakang dan filosisfisnya sendiri. Perubahan nama ini baginya sama saja dengan menghilangkan memori warga terhadap sejarah Betawi.
"Nama-nama ini adalah pengingat sejarah dan peruntukkan lahan," ujar Rizal. "Mampang telah menjadi nama jalan yakni Jalan Mampang Prapatan. Pemerintah harusnya memahami kepentingan di balik nama-nama ini."
Usai mendapat berbagai respon penolakan, kabar ini langsung dikonfirmasi pada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Anies menyatakan bahwa ia sedang mengkaji usulan tersebut. Anies pribadi sangat menghargai usulan mengenang AH Nasution sebagai nama jalan mengingat jasa beliau pada Indonesia.
"Nama jalan menjadi simbol dalam mengingat peran besar yang bersangkutan," ujar Anies. "Dan pada masa-masa kritis, AH Nasution mengambil peran yang penting." Merasa belum mendapatkan respon yang sesuai, Sejarawan Rizal JJ melalui akun twitterya meminta agar usulan tersebut dibatalakan. Ia mengungkapkan bahwa tindakan tersebut sama saja dengan penghilangan memori warga Betawi.
pak @aniesbaswedan mohon batalkan rencana perubahan nama jalan yg mengacu pd nama2 kampung betawi ini dgn nama baru, ini sama saja bpk membiarkan penghilangan memori warga betawi pic.twitter.com/C3L3ooxJjq
— JJ Rizal (@JJRizal) 30 Januari 2018
Tidak hanya Rizal, orang-orang dari berbagai profesi yang menamakan diri Perkumpulan Betawi juga memprotes usulan ini. Mereka menyampaikan petisi kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk membatalkan usulan penggantian jalan ini. Alasannya, nama Jalan Mampang dan Buncit Raya sudah menjadi memori kolektif masyarakat Betawi.
Sementara itu, kabarnya usulan pergantian nama jalan di DKI Jakarta tersebut sudah diterima oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan. Usulan perubahan nama ini akan disosialisasikan kepada warga selama sebulan. Mesipun begitu, Anies mengaku tidak ingin gegabah memberi keputusan pengesahan perubahan nama tersebut.
(wk/)