Ada Buruh dan Mahasiswa, Polisi Ungkap Identitas Empat Terduga Teroris di Riau
MalangTODAY
Nasional

Inilah detail identitias empat terduga teroris di Mapolda Riau mulai dari inisial hingga alamat.

WowKeren - Usai sejumlah bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, publik kembali dihebohkan dengan teror yang terjadi di Mapolda Riau pada Rabu (16/5). Sekitar pukul 09:00 WIB, sejumlah orang yang memakai mobil menyerang Mapolda Riau menggunakan samurai dan melukai personel polisi.

Kepolisian Daerah Riau sendiri sudah berhasil menangkap terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau. Empat nama terduga teroris yang tewas setelah berusaha menyerang Mapolda Riau akhirnya bisa diidentifikasi oleh pihak kepolisian.

"Mayat pelaku telah dilakukan pemeriksaan identifikasi oleh tim Inafis dan Dokkes (Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau)," tutur Kepada Bidang Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dilansir Republika, Rabu (16/5). Keempat terduga teroris itu diketahui memiliki latar belakang yang berbeda.

Jenazah pertama terduga teroris diidentifikasi sebagai laki-laki berusia 23 tahun berinisial PG. Polisi menyebutkan bahwa PG merupakan warg a kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai. Selanjutnya ada AS yang juga berusia 23 tahun. Sunarto menjelaskan bahwa AS merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari Duami Timur, Kota Dumai.

Jenazah ketiga terduga teroris diketahui sebagai laki-laki berusia 28 tahun berinisial SU. Sunarto mengungkap bahwa SU berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di Sungai Sembilan, Kota Dumai. Kemudian yang terakhir adalah MR, laki-laki berusia 48 tahun. MR berprofesi sebagai buruh harian lepas dan berasal dari Bangun Sari, Kota Dumai.

Sunarto menjelaskan saat ini jenazah para terduga teroris masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Pihak kepolisian masih terus memburu seorang pelaku yang bertugas sebagai sopil mobil yang digunakan untuk menyerang Mapolda Riau. Terduga teroris ini melarikan diri saat hendak diamankan oleh pihak polisi pada Rabu (16/5) pagi.

Sementara itu, peristiwa teror ini menelan nyawa seorang personel polisi atas nama Inspektur Dua (Ipda) Auzar. Korban meninggal saat berusaha menghentikan mobil yang digunakan oleh terduga teroris. Untuk menghormati almarhum, Polri menaikan pangkat Ipda Azuar menjadi Inspektur Satu Luar Biasa Anumerta.

Loading...

You can share this post!

Related Posts