Dikenal Dekat, Liam Payne Bantu Shawn Mendes Menghindari Tekanan Popularitas
Billboard
Selebriti

Memiliki pengalaman dengan One Direction, Liam menawarkan diri untuk membantu Shawn menghadapi tekanan popularitas yang ia raih.

WowKeren - Bukan rahasia lagi jika belakangan ini karier Shawn Mendes begitu cemerlang. Bahkan saat ini musisi asal Kanada tersebut tengah bersiap merilis album ketiganya, "Shawn Mendes: The Album" pada 25 Mei mendatang.

Album ketiga ini digadang-gadang bakal menuai kesuksesan seperti dua album Shawn sebelumnya, yaitu "Handwritten" dan "Illuminte". Dua album tersebut tercatat sempat menjuarai chart Billboard 200, maka tak heran jika proyek ketiganya ini begitu diantisipasi. Apalagi mengingat bahwa pelantun "Stiches" ini dinobatkan sebagai Musisi Terbaik di MTV Europe Music Awards tahun 2017 lalu.

Tak hanya itu, Shawn juga diketahui telah merilis empat single dari album terbarunya, yaitu "In My Blood", "Lost In Japan", "Youth" serta yang teranyar adalah "Where Were You In The Morning". Menariknya, "In My Blood" dan "Lost In Japan" tercatat mendapatkan peringkat yang cukup memuaskan di chart Hot Billboard 100.

Berbicara mengenai prestasi dan karier, baru-baru ini Liam Payne menawarkan diri untuk membantu Shawn menghadapi tekanan popularitas yang ia raih. Pelantun "Strip That Down" ini sangat menyadari betapa sulitnya menjalani kehidupan di mana segalanya selalu menjadi pusat perhatian.

Tentunya Liam berkata demikian bukan tanpa alasan. Kekasih Cheryl Cole ini tentunya sudah merasakan beratnya tekanan menjadi seorang bintang semenjak namanya melambung sebagai anggota One Direction. Berdasarkan pengalamannya tersebut, Liam ingin memberikan dukungan emosional pada musisi muda seperti Shawn.

"Dengan gaya hidup ini, kupikir jika kita tidak saling membantu maka tidak ada gunanya untuk itu," ungkap Liam dalam sebuah wawancara dengan "TRL MTV". "Aku melihat Shawn Mendes baru-baru ini ketika berada di acara penghargaan. Kupikir dia sudah fantastis, tapi aku bisa mendengar sedikit kesedihan dalam lagu terakhir yang ditulisnya, dan aku hanya ingin memastikan semuanya baik-baik saja."


Tak hanya itu, Liam juga mengaku bahwa ia sangat terkesan dengan bagaimana Shawn menangani tekanan popularitasnya hingga saat ini. "Dia (Shawn) baru berusia 19 tahun. Tapi dia menghadapi semuanya (popularitas) dengan cara yang benar. Sekarang dia dikenal di seluruh dunia. Aku hanya ingin memberinya sedikit (dukungan)," lanjut Liam.

Liam sendiri memang sejak lama diketahui memperhatikan Shawn. Pada Februari lalu, musisi berusia 24 tahun tersebut diketahui sempat melemparkan guyonan pada Shawn melalui akun Twitter miliknya.

Kala itu, Shawn sedikit terkejut saat seorang penggemar membagikan sejumlah fotonya yang tengah topless dan menikmati waktu liburannya di pantai. "Lmao, dari mana asalnya foto-foto ini?" cuit Shawn.

Menanggapi cuitan Shawn, Liam pun mengaku bahwa ia yang telah mengambil foto-foto tersebut. "Maaf kawan, aku yang mengambilnya... Aku tidak bisa mencegah diriku," balas Liam.

Di sisi lain, sebelumnya Liam memang secara terbuka menceritakan perjuangannya melawan depresi selama puncak kesuksesan One Direction. Tahun lalu, Liam mengaku bahwa bekerja di bawah naungan One Direction membuatnya begitu tertekan. "Seharusnya aku tidak dapat melakukan terlalu banyak pertunjukan seperti yang dulu kami lakukan," ungkap Liam kala itu.

Tuntutan yang membuatnya harus selalu terlihat baik di depan kamera sedikit membuatnya muak. Bahkan Liam mengaku bahwa dirinya merasa seperti tengah mengenakan kostum. "Keluar dan harus menunjukkan senyum bahagia di wajahku dan menyanyikan lagu. Jujur, kadang kala rasanya seperti mengenakan kostum. Keluar dan beraksi di balik kostum sehingga orang tidak benar-benar melihat apa yang sesungguhnya terjadi," tambah Liam.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait