Jika diberi kesempatan kedua, Tio Pakusadewo berjanji tidak akan menyiakan kesempatan untuk rehabilitasi.
- Diah Candra Trisanti
- Jumat, 29 Juni 2018 - 10:14 WIB
WowKeren - Kamis, 28 Juni sidang kasus narkoba Tio Pakusadewo kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan diri. Ketika membacakan nota pembelaannya, Tio terlihat tegar dan hampir menangis. Namun aktor senior Indonesia itu tetap semangat karena dukungan mental yang diberikan para artis lainnya.
Dalam tulisan pembacaan yang dibuatnya di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang itu, Tio Pakusadewo mengakui jika dirinya adalah seorang pecandu narkoba yang berat. Berkali-kali mengonsumsi narkoba, Tio pun merasa bodoh dan sempat merasa ingin mengakhiri hidupnya.
"Sebagai seorang pecandu narkoba, keterikatan selama hampir lebih dari 10 tahun kepada narkoba. Dia telah beberapa kali membodohi akal sehat saya, tidak ada kebanggaan apa-apa dan saya berupaya untuk bisa menghindari namun saya kembali kalah, terlalu kurang memperhatikan akal saya bisa menjadi gila," kata Tio Pakusadewo ketika membacakan pembelaan dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/6). "6,5 bulan yang lalu saya diborgol di hadapan anak-anak saya, saya digiring ke Polda, 10 hari ditahan di sana, dengan barang bukti. Polisi kemudian mengeluarkan dan memasukkan saya ke Bhayangkara, di unit rehabilitasi Narkoba untuk menjalani rehab di rumah sakit tersebut."
Berada di rehabilitasi selama tiga bulan, Tio mengaku sembuh. Namun berada di penjara dianggapnya sebuah hukuman terberat. "Ini adalah hukuman terberat yang pernah saya alami. Sungguh hukuman yang menguras tenaga maupun pikiran saya, sebagai seorang warga biasa dan warga Indonesia yang terjerumus menjadi korban kejahatan narkotika. Tiga bulan rehab kemudian menyehatkan raga dan pikiran saya," ungkapnya.
Tio pun mengaku sempat ingin bunuh diri untuk melepaskan rasa ketergantungan dari narkoba itu. "Tetapi ketika masuk penjara, dan masuk ke ruang sidang, semangat saya kini menjadi hancur. Kesehatan saya drastis menurun, dan beberapa kali berpikir untuk menyudahi saja hidup saya," akunya.
Di akhir pembelaan diri itu, Tio mengaku sangat menyesal dan menyadari sepenuhnya jika dirinya sakit dan membutuhkan pertolongan."Selama 2 bulan lebih saya memiliki pengalaman dan pengetahuan bahwa di penjara kurang tepat yang membuat saya kembali sehat. Majelis hakim yang mulia saya ingin kembali sehat. saya ingin kembali di pelukan anak-anak yang saya cintai, saya ingin kembali berguna dan berlaku membuat negeri ini maju. 10 tahun menjadi pecandu, tidak akan menghalangi niat saya untuk kembali memberi manfaat untuk bagi negeri ini," pungkasnya.
(wk/diah)