Ratna Sarumpaet 'Diusir' Keluarga Korban KM Sinar Bangun, Atiqah Hasiholan Kena Getah
Instagram/rsarumpaet
Selebriti

Menjadi trending topik, Ratna ikut berkomentar soal 'pengusiran' dirinya lewat akun Twitter.

WowKeren - Aktivis Ratna Sarumpaet kembali menuai kontroversi. Saat berkunjung ke Posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Senin (2/7), Ratna bahkan terlibat cekcok dengan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Cekceok itu terjadi saat Luhut berdiskusi dengan instansi terkait. Ratna tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan itu. Ia mengklaim sebagai perwakilan keluarga penumpang KM Sinar Bangun dan masyarakat Tapanuli.

"Saya sedang berbicara. Nanti Anda (Ratna Sarumpaet) berbicara," ucap Luhut. "Bapak kok marah‑marah, gitu!" timpal Ratna. "Saya tidak marah. Suara saya memang besar. Saya ingin berbicara langsung dengan mereka (keluarga korban). Prioritas utama saya ke sini berbicara langsung dengan keluarga korban, bukan dengan Anda. Nanti saya berbicara dengan Anda."

Saat Kapolres Simalungun, AKBP Marudut Liberty Panjaitan berusaha menenangkan Ratna, ia malah berteriak histeris. Menurut Ratna, pencarian korban tidak boleh dihentikan.

"Ini (proses evakuasi KM Sinar Bangun) tak boleh dihentikan, ini persoalan Tapanuli, semua mayat diangkat. Saya berbicara mewakili keluarga," kata Ratna. "Saya mau berbicara langsung dengan mereka (keluarga penumpang KM Sinar Bangun). Tak perlu diwakili," balas Luhut.

Di sela keributan, salah seorang wanita keluarga korban berdiri dan memarahi Ratna. "Ibu. Saya lebih paham lagi Danau Toba. Jangan disalahkan pemerintah, masyarakat juga ada salahnya," ucap perempuan tersebut ke Ratna. "Kamu jangan mau dibayar!" teriak Ratna. "Saya tidak dibayar," jawab perempuan itu.

Aksi Ratna itu sampai menjadi trending topik di linimasa Twitter. Bahkan putri Ratna yang merupakan artis cantik Atiqah Hasiholan terkena getah akibat tindakan sang ibu.

Peluh perempuan perempuan perbatasan @endith_bubi #Sembilan #astroseries #Malaysia #Rimbun #Fitri


Sebuah kiriman dibagikan oleh atiqah hasiholan (@atiqahhasiholan) pada

Akun Instagram Atiqah langsung menjadi bulan-bulanan warganet. Tidak sedikit warganet yang meminta agar Atiqah menegur sang ibu yang dinilai sudah begitu kelewatan.

"Tolong nasehati ibunya janganlah seperti ini. Bukannya membaikan suasana malah bikin ricuh, ga ada sopan santun," tulis akun @helloan***official. "Mba atiqah cantik dan kalem,beda banget sama ibunya,jauhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh banget bedanya," balas akun @jepre***sionyah.

Soal "pengusiran" dirinya, Ratna pun ikut berkomentar lewat akun Twitter miliknya. Saat itu salah seorang warganet menyebut tindakan Ratna sudah keterlaluan lantaran menyebut keluarga korban dibayar. Menanggapi cuitan itu, Ratna meminta agar ia diam.

"Kalau tak tau msalah DIAM @ferdiriva!! Yg dberitakan 'ngusir Ratna' bukan Kel. Korban," tulis Ratna. "Tp seorang perempuan muda, teriak2 spt kesurupan, mengaku sbg dukun Penjaga Leluhur Nusantara, dipasang utk membentengi keputusan Pmerintah STOP evakuasi 164 korban di dasar Dn. Toba @KurniaNN."

Sementara itu, Basarnas akan resmi menutup upaya SAR Nasional terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Selasa (3/7). Meski ditutup, tim SAR di daerah akan tetap melakukan pemantauan.

Menko Luhut sendiri mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk mendirikan monumen tragedi KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba. Hal tersebut dilakukan guna menjadi pertanda dan kenangan serta mengobati rindu keluarga korban.

"Kalau bisa didesain dengan bagus," kata Luhut dilansir CNNIndonesia. "Jangan asal dibangun supaya menjadi kenangan yang baik."

(wk/diah)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait