Ruben Onsu menanggapi pernyataan Sarwendah tentang komunikasi dan alamat baru anak-anak.
- Kamis, 23 Juli 2026 - 15:01 WIB
WowKeren - Ruben Onsu dan Sarwendah baru-baru ini bertemu di Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk menghadiri sidang mediasi terkait gugatan hak asuh anak. Dalam kesempatan itu, Sarwendah mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba menghubungi Ruben untuk memberikan alamat baru tempat tinggal anak-anak mereka. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk membatasi akses anak-anak kepada ayahnya.
Sarwendah mengungkapkan, "Saya sudah cek, gitu, saya juga sudah kasih alamatnya, pasti dong di mana pun kan itu ayah dari anak-anaknya. Jadi saya tidak pernah menutup gitu, di mana anak-anak mau ketemu, saya selalu tanya lagi gimana ayah jadi kita ketemu gitu. Tapi karena belum ada respons, saya juga nggak bisa berbuat apa-apa." Pernyataan ini mencerminkan keinginannya agar komunikasi antara Ruben dan anak-anak tetap terjalin.
Menanggapi pernyataan Sarwendah, Ruben Onsu menjelaskan bahwa ia telah mengganti nomor teleponnya, sehingga tidak menerima pesan yang dimaksud. Namun, ia menambahkan bahwa anak-anak mereka mengetahui nomor barunya, sehingga Sarwendah bisa meminta informasi tersebut kepada mereka. "Kan saya ganti nomor, anak-anak juga tahu. Jadi mungkin kalau telepon anak-anak pasti beliau juga pegang kan ya? Saya pegang HP jadi harusnya bisa ngecek juga ke sana," jelas Ruben.
Ruben juga mencatat, jika ada hal yang penting untuk disampaikan, komunikasi bisa dilakukan melalui kuasa hukum masing-masing. "Sebenarnya kalau ada yang ingin disampaikan lewat pihak lawyer juga bisa kan?" ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesulitan dalam komunikasi langsung, ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan.
Berikut video yang diunggah yang merekam momen pertemuan dan pernyataan mereka:
Situasi antara Ruben Onsu dan Sarwendah adalah contoh dari dinamika yang sering terjadi dalam hubungan pasca perceraian, terutama ketika melibatkan anak-anak. Keduanya tampak berusaha untuk tetap berkomunikasi demi kepentingan anak-anak mereka meski terdapat tantangan dalam prosesnya.
(wk/timw)