Bukan secara acak, Russo Brothers mengklaim bahwa Thanos memiliki kriteria tersendiri untuk melenyapkan sejumlah superhero.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 01 Agustus 2018 - 14:49 WIB
WowKeren - "Avengers: Infinity War" memang sukses membuat para penggemar terkejut dengan menyuguhkan akhir cerita yang sama sekali tak terduga. Seperti yang diketahui, ending dari film garapan Anthony dan Joe Russo tersebut memberikan duka massal lantaran lenyapnya sebagian superhero favorit penggemar.
Berbicara mengenai hal tersebut, rupanya akhir cerita "Avengers: Infinity War" masih menjadi ulasan hangat para penggemar hingga sekarang. Banyak penggemar mengatakan bahwa akhir film tersebut begitu menggantung dan gelap. Apalagi mengingat sebagian populasi alam semesta dimusnahkan oleh Thanos (Josh Brolin) hanya dengan menjetikkan jarinya, termasuk sejumlah superhero.
Tentunya, hingga kini para penggemar juga masih penasaran dengan kriteria "korban" yang dipilih oleh Thanos. Mengingat bukan cuma karakter pendukung yang "menghilang", namun juga tokoh penting layaknya Black Panther.
Oleh karena itu, tak sedikit penggemar yang menduga jika Thanos memilih korbannya secara acak. Namun siapa sangka, rupanya Anthony dan Joe Russo selaku sutradara mengklaim bahwa keputusan Thanos untuk melenyapkan sejumlah superhero tersebut memiliki alasan tersendiri.
Dilansir Comic Book pada Rabu (1/8), baru-baru ini Anthony dan Joe Russo mengungkapkan bagaimana cara Thanos memilih "mangsa"nya. Rupanya, duo sutradara yang membesut seri "The Avengers" ini menyebut bahwa mereka memang sengaja menghilangkan karakter yang memiliki hubungan khusus dengan para tokoh utama, yakni tim inti Avengers.
"Dalam hal ini, kami sudah menentukan siapa yang akan menjadi korban dari Thanos. Intinya adalah bagaimana kami bisa menghilangkan karakter yang mempunyai hubungan yang dalam," ungkap Anthony.
Anthony Russo memberikan contoh karakter Bucky Barnes yang diperankan oleh Sebastian Stan. Dalam "Avengers: Infinity War", karakter yang mendapat julukan Winter Soldier tersebut memang lenyap duluan ketimbang yang lainnya. Pemilihan "musnah"nya karakter Bucky ini lantaran ikatan emosional yang ia miliki dengan Captain America (Chris Evans).
"Orang pertama yang pergi adalah Bucky Barnes dan itu diambil dari perspektif Captain America," lanjut Anthony. "Cap dan Bucky sudah bertema baik bahkan jauh sebelum ini semua terjadi. Kita bisa menyaksikan ekspresi Cap yang penuh emosi saat Bucky perlahan-lahan menjadi abu."
Kemudian Anthony menjelaskan teka-teki mengapa karakter utama seperti Black Panther (Chadwick Boseman) juga menjadi korban dari ulah Thanos. Rupanya, hal tersebut memiliki kaitan erat dengan tugas utama yang diemban oleh Okoye (Danai Gurira).
"Kita juga bisa melihat Okoye, dimana misi nomor satu dalam hidupnya adalah untuk melindungi Raja. Di sini dia melihat sang Raja Wakanda yang seharunya dia lindungi juga ikut pergi di hadapannya," imbuh Anthony.
Ternyata, tim kreatif "Avengers: Infinity War" memang ingin menekankan semua aspek yang tepat dari momen-momen terakhir film untuk memastikan penonton merasakannya secara emosional. "Ketika Thanos muncul, kami benar-benar ingin menjadikan momen ini adalah susuatu yang paling kuat," ungkap produser Trinh Tran.
Menariknya, tim produksi sengaja tidak memberi tahu para pemeran terkait apa yang akan terjadi dalam pertarungan terakhir di Wakanda hingga adegan tersebut diambil. "Kami telah mengumpulkan seluruh kru dan mereka mengelilingi sutradara. Di sini mereka akan diberitahu bahwa adegan ini akan terjadi dan beberapa dari mereka akan menghilang," ungkap Joe.
Tentunya hal tersebut dilakukan demi menjaga rahasia film dari kebocoran publik. "Para penonton sangat pandai memprediksi cerita yang bahkan jika mereka hanya memiliki sedikit petunjuk tentangnya. Jadi, kami bekerja sangat keras untuk memastikan tidak ada rahasia dari film itu yang bocor," lanjut Joe.
Tak bisa dipungkiri jika strategi yang sudah direncanakan oleh duo sutradara ini memang sukses memancing rasa emosional para penggemar. Apalagi puncaknya saat di mana Spiderman (Tom Holland) menghilang dalam pelukan Tony Stark (Robert Downey Jr.).
Meski demikian, sejumlah pihak justru menyebut strategi ini menjadi bumerang bagi Marvel Studios. Pasalnya, ending inilah yang disebut-sebut membuat film garapan Anthony dan Joe Russo itu tak mampu bertahan lama di puncak box office.
Seperti yang diketahui, seri ketiga "The Avengers" ini hanya mampu bertahan selama tiga pekan berturut-turut di peringkat pertama. Tentunya hasil ini sedikit mengecewakan, mengingat antusiasme penggemar terhadap "Avengers: Infinity War" yang begitu besar. Apalagi pencapaian ini berbanding terbalik dengan "Black Panther" yang mampu merajai box office selama lima minggu dan bertahan di posisi 10 besar hingga pekan ke-11 penayangan.
(wk/luth)