Najwa Shihab memberikan jawaban bijak soal ada tidaknya ancaman yang diterimanya usai mengungkap lapas mewah koruptor.
- Nur Khotimah
- Kamis, 02 Agustus 2018 - 11:34 WIB
WowKeren - Baru-baru ini Najwa Shihab berhasil membongkar fakta mengejutkan seputar kamar-kamar para koruptor yang ditahan di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Sukamiskin, Bandung. Sejumlah koruptor kelas kakap Tanah Air, seperti Setya Novanto, Luthfi Hasan Ishaaq hingga Muhammad Nazaruddin diketahui menempati kamar mewah di Lapas Sukamiskin.
Najwa juga berhasil mengungkap bahwa Setya Novanto menemapti kamar palsu saat di-Sidak (Inspeksi Mendadak). Najwa yang sedari awal sudah curiga akhirnya meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly untuk memastikan kecurigaannya itu.
Yasonna Laoly pun akhirnya membenarkan bahwa Setya Novanto menempati kamar palsu saat di-Sidak. Hasil mengejutkan ini tentu membuat Najwa semakin disorot. Lantas, apakah putri penceramah kondang Quraish Shihab ini mendapat ancaman dari pihak-pihak tertentu?
Ditanya mengenai ada tidaknya ancaman yang diberikan untuk dirinya, Najwa memberikan jawaban yang diplomatis. Ibu dua anak itu mengaku memang sempat mendapat ancaman namun hal itu dianggap tak sebanding dengan intimidasi dan ancaman dari rekan jurnalis lain di daerah.
"Lu enggak pernah misalnya diancam atau intimidasi gitu?" tanya Deddy Corbuzier kepada Najwa saat hadir di "Hitam Putih", Selasa (31/7). "Menurut gue itu tuh bagian dari profesi si. Kalau gue cerita, gue malu. Karena sebetulnya apa yang saya alami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan intimidasi oleh wartawan-wartawan lain di daerah," jawab Najwa.
"Kalau kita bicara soal kekerasan wartawan, kita bicara soal bagaimana ancaman terhadap profesi jurnalis itu tuh jauh lebih berat kondisi di daerah," lanjut pemandu acara "Mata Najwa" itu. "Karena ancamannya tuh real, fisik, bahkan ada yang terbunuh. I don't think I should be complaining gitu. Ada (diancam), tapi sekali lagi kalau dibandingkan dengan ancaman teman-teman wartawan di daerah, itu (enggak ada apa-apanya)."
(wk/nur2)