Kritisi Pembangunan LRT Jabodetabek, Ini Hal yang Buat Wapres Jusuf Kalla Marah-Marah
Nasional

Jusuf Kalla menyoroti beberapa inefisiensi dari pembangunan LRT Jabodetabok.

WowKeren - Pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan pemerintah terus digetolkan. Namun, pembangunan light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) baru-baru ini mendapatkan sorotan dari Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla alias JK.

Moda transportasi tersebut dibangun oleh pemerintah pusat yang bekerja sama dengan BUMN PT. Adhi Karya. Pembangunan LRT tersebut ditujukan untuk menghubungkan Jakarta dan juga kota-kota satelit melalui rel melayang (elevated).


Akan tetapi, pembangunan tersebut dinilai JK kurang efisien. Pria yang juga menjadi Wakil Presiden Indonesia di era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono ini menemukan beberapa hal yang tidak efisien dalam pembangunan LRT ini.

Pertama, JK menganggap bahwa keputusan membangun rel secara melayang ini sangat disayangkan. Padahal, harga tanah di perbatasan Jakarta dan wilayah di luar Jakarta masih terbilang murah.

Untuk itu, JK menyarankan adanya pembangunan rel reguler saja daripada rel melayang yang menghabiskan banyak biaya. "Kalau di luar kota, lahan masih murah kok. Masa, penduduk tidak ada, kenapa mesti (dibangun) elevated di luar kota?" tegas JK di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada Jumat (11/1).

Selain lebih menyarankan pembangunan rel reguler, JK juga menyoroti pembangunan rel yang dilakukan tepat di samping tol Jakarta-Cikampek. "Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?" sambung JK.

Selain kedua hal tersebut, alasan JK marah-marah adalah karena munculnya anggaran yang membengkak. Adanya ketidakefisienan tersebut membuat biaya pembangunan LRT mencapai Rp 500 miliar per kilometernya. Dengan begitu, modal akan sangat lama kembali. "Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp500 miliar per kilometer? Kapan kembalinya kalau dihitungnya seperti itu?" pungkas JK.

Sikap Jusuf Kalla mengkritisi pembangunan LRT ini lantas menuai banyak pembicaraan. Dilihat dari media sosial Twitter, "JK Marah-marah" berhasil masuk dalam jajaran trending topic. Banyak netizen yang memberikan pujian atas kritik Jusuf Kalla terhadap inefisiensi pembangunan LRT ini. Sementara itu, netizen lain menyoroti rencana pembangunan yang sudah lama dibicarakan, namun baru mendapatkan kritikan.

You can share this post!

Related Posts