Ma'aruf Amin Sebut 'Tsunami Hoax' Sedang Melanda Indonesia
Nasional

Untuk itu, Capres nomor urut 01 ini berdoa agar RI terbebas dari pembohong.

WowKeren - Banyaknya hoax yang beredar akhir-akhir ini mendapatkan perhatian dari Calon Wakil Presiden Indonesia nomor urut 01, Ma'aruf Amin. Selain tengah mendapatkan banyak bencana, Ma'aruf menyebut Indonesia juga tengah dilanda banyak beredarnya kabar bohong.

Ma'aruf lebih lanjut meminta masyarakat Indonesia untuk lebih waspada terhadap perpecahan yang mungkin timbul akibat kabar bohong. Selain banyak dilanca bencana, seperti tsunami, Ma'aruf juga menyebut Indonesia tengah dilanda tsunami hoax.


"Kita harus menjaga negara ini. Dan negara ini kita jaga dari perpecahan," ujar Ma'aruf saat mengahadiri zikir bersama para kiai dan santri se-Kota Depok pada Sabtu (12/1). "Sekarang kita mengalami selain tsunami air, kita juga sedang mengalami tsunami hoax."

Istilah "tsunami hoax" ini dipakai Ma'aruf lantaran terlalu banyak kabar bohong tengah beredar di Indonesia. Jika tak segera dihentikan, ia khawatir akan menimbulkan pertengkaran hingga perpecahan bangsa Indonesia. "Tiap hari ada hoax. Sampai kita itu hampir bertengkar sesama bangsa itu gara-gara hoax, gara-gara fitnah," tegas Ma'aruf.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia ini lantas berdoa agar Indonesia senantiasa dijauhkan dari fitnah dan juga para pembohong. Ma'aruf juga mengaitkan fenomena "tsunami hoax" ini dengan kemunculan Dajjal.

"Mudah-mudahan kita ini dibebaskan dari fitnah, pembohong. Dajal itu pembohong. Ada dajal nanti dajal yang akan merusak. Tapi dajal juga maknanya pembohong," terang Ma'aruf. Dengan begitu, ia berharap masyarakat selalu melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menyebarkan sebuah berita.

Kabar hoax jelang Pemilu 2019 di Indonesia memang tengah santer diberitakan. Selain kasus hoax Ratna Sarumpaet yang membuah heboh masyarakat, hoax mengenai adanya tujuh kontainer surat suara juga tak kalah menarik perhatian.

Berbuntut panjang, konflik mengenai cuitan Wasekejen Partai Demokrat, Andi Arief, mengenai keberadaan surat suara tercoblos tersebut menjadi panjang. Selain ia yang telah resmi dilaporkan, Andi juga diketahui melaporkan sejumlah orang.

You can share this post!

Related Posts