Selain korban jiwa dan luka-luka, banjir bandang juga merendam 11.433 hektare persawahan dan 2.694 rumah warga.
- Wahyu
- Jumat, 25 Januari 2019 - 08:50 WIB
WowKeren - Air bah yang merendam sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan kini mulai surut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal akibat banjir mencapai 30 orang. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB, Sutopo Purwo Nugroho lewat akun Twitter miliknya.
Selain itu, hingga kini masih ada 25 orang yang masih dalam proses pencarian. Bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 47 orang mengalami luka-luka dan 3.321 warga harus mengungsi.
"Sebagian banjir mulai surut," kata Sutopo dalam keterangan tertulis pada Kamis (24/1). "Dampak banjir, longsor dan puting beliung di Sulsel per 24/1/2019: 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, 47 luka-luka, 3.321 orang mengungsi."
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, banjir yang disebabkan oleh pendangkalan dam sungai Bili-bili ini juga merusak rumah warga dan area persawahan. Sutopo menambahkan ada 76 unit rumah yang mengalami kerusakan dan sebanyak 2.694 rumah hingga kini masih terendam banjir.
"76 unit rumah rusak, 2.694 rumah terendam," lanjut Sutopo. "11.433 hektare sawah terendam, 9 jembatan rusak."
Sebagian banjir mulai surut. Dampak banjir, longsor dan puting beliung di Sulsel per 24/1/2019: 30 orang meninggal dunia, 25 orang hilang, 47 luka-luka, 3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak, 2.694 rumah terendam, 11.433 hektare sawah terendam, 9 jembatan rusak. pic.twitter.com/RZY3etSplT
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) January 24, 2019
Saat ini, banjir di sejumlah tempat mulai surut. Hal tersebut disebabkan karena curah hujan yang menurun. Sehingga Sutopo menyebut bahwa status saat ini aman. "Status di bawah normal. Artinya aman dengan tinggi bukaan pintu air menjadi 1 meter," ujar Sutopo.
Hingga saat ini penanganan masih terus dilakukan. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Basarnas, serta relawan dan masyarakat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik. Hingga saat ini, BPBD masih terus melakukan pendataan.
"BNPB melakukan pendampingan dan TRC BPBD setempat terus melakukan pendataan," ungkap Sutopo. "BPBP Sulawesi Selatan, TNI. Polri, Basarnas, Tagana, SKPD, dan relawan melakukan evakuasi dan memberikan bantuan logistik kepada korban selamat."
(wk/wahy)