7 Keterangan 'Menipu' di Label Makanan dan Minuman yang Tak Boleh Diabaikan
Health

Seolah memberikan pilihan yang lebih sehat, keterangan dalam label makanan ini harus kamu pertimbangkan ulang.

WowKeren - Tren gaya hidup sehat tengah marak beberapa tahun terakhir. Hal itu mendorong masyarakat untuk semakin memperhatikan kandungan makanan yang mereka konsumsi. Salah satunya adalah yang tertera dalam label makanan.

Buruknya, hal ini kadang dimanfaatkan secara negatif oleh beberapa produsen makanan. Mereka menciptakan berbagai inovasi "makanan sehat" yang dicap menyuguhkan kebutuhan nutrisi tertentu untuk pola hidup sehat yang tertentu pula.


Nah, adanya fenomena ini tentu harusnya membuat kita harus semakin sadar mengenai keteranga-keterangan seperti apa yang tertera dalam label produk makanan. Tahukah kamu, jika produk yang ditulis "alami" tak selalu benar-benar alami?

Daripada tertipu dan menyangka sudah hidup sehat, namun ternyata kamu hanya salah paham, yuk segera simak artikel berikut. Segera kenali keterangan dalam label bahan makanan yang tak sepenuhnya benar berikut ini.

(wk/silm)

1. Label Makanan dengan Keterangan Bebas Lemak yang Tak Selalu Sehat


Label Makanan dengan Keterangan Bebas Lemak yang Tak Selalu Sehat

Lemak sudah lama dicap sebagai bahan yang berbahaya untuk kesehatan. Apalagi jika kandungan lemak sudah menumpuk di dalam tubuh hingga menyumbat aliran darah. Bisa saja kamu akan terserang penyakit-penyakit berbahaya seperti misalnya stroke.

Untuk mengatasi kandung lemak yang berbahaya ini, orang-orang seringkali melihat label kemasan yang memajang kandungan bebas lemak. Selain itu, mereka juga melirik produk-produk dengan label kemasan yang memunculkan tulisan kandungan lemak rendah. Ups, tapi jangan salah sangka dulu.

Meski rendah lemak atau tak mengandung lemak sama sekali, bukan berarti makanan tersebut langsung sehat. Beberapa produsen makanan seringkali menambahkan gula dan garam untuk membuat rasa makanan lebih enak. Namun, kandungan pengganti ini juga tak selalu lebih sehat, lho.

Seperti pada produk susu fat free atau bebas lemak misalnya. Kandungan gula atau karbohidrat sebagai penggantinya tak selalu membuat susu tersebut sehat. Keduanya sama saja berdampak memicu diabetes jika dikonsumsi terlalu sering.

2. Jangan Pernah Membeli Makanan Berdasarkan Pemasaran Kolesterol


Jangan Pernah Membeli Makanan Berdasarkan Pemasaran Kolesterol

Kolesterol menjadi bahasan utama di kalangan orang tua. Namun, perkembangannya juga menjangkit kaum usia muda. Tak heran hal ini kerap dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan untuk melakukan pemasaran berdasarkan isu kolesterol ini.

Kandungan kolesterol hanya ditemukan dalam produk-produk hewani. Hal itu berarti makanan seperti daging, susu, telur, mentega, dan semacamnya sudah pasti mengandung kolesterol. Maka, jika ada produk hewani yang memberikan label bebas kolesterol, kamu patut waspada.

Sementara itu, produk non-hewani seperti sayuran, buah, dan biji-bijian secara alami tak mengandung kolesterol. Maka, akan lucu jika kamu mendapati ada produk sayur memberikan label pemasaran bebas kolesterol.

3. Makanan Dengan Label Bebas Gula Tak Berarti Bebas Gula Alkohol


Makanan Dengan Label Bebas Gula Tak Berarti Bebas Gula Alkohol

Ancaman diabetes menjadi salah satu alasan seseorang mencoba memulai hidup sehat. Salah satunya adalah dengan memilih makanan yang tertulis "bebas gula" di dalam labelnya. Sayangnya, kamu tetap diminta waspada dengan strategi tersebut.

Ya, makanan dengan label sugar free alias bebas gula memang tak selalu bebas. Beberapa produk mungkin menggunakan gula pengganti, yakni gula alkohol. Bahan ini juga sama memberikan efek yang cukup merugikan bagi tubuh.

Gula alkohol mengandung beberapa senyawa yang dirancang untuk membuat makanan manis tetapi tidak menyerap kalori. Akan tetapi, hal tersebut justru bisa menyebabkan diare jika dikonsumsi berlebihan.

Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi makanan yang "bebas gula" ini dalam jumlah sedang sesuai yang dibatasi. Jika tak merasa harus mengonsumsinya, tentu saja lebih baik menghindarinya.

4. Kurangi Garam, Waspada Beragam Jenis Sodium Lain Mengintai Dalam Kandungan Makanan


Kurangi Garam, Waspada Beragam Jenis Sodium Lain Mengintai Dalam Kandungan Makanan

Mengurangi garam bisa menjadi salah satu cara untuk hidup sehat. Bahkan, beberapa diet juga merekomendasikan menu-menu bebas garam. Meskipun demikian, kandungan garam dalam kemasan makanan ternyata dapat berwujud macam-macam.

Label makanan bisa saja menipu mu dengan tak menuliskan kandungan garam. Namun, bentuk lain seperti monosodium glutamat (MSG), garam laut, natrium sitrar, garam baik, hingga disodium inosinate semunaya mengandung sodium.

Untuk itu, jika kamu bersikeras mengurangi kandungan garam, lebih baik untuk melihat label jumlah natriumnya. Lihatlah apakah kandungan jumlah dan presentase natrium dalam kemasan tersebut masih cukup baik untuk kamu konsumsi.

5. Makanan Megandung Lemak Trans yang Bisa Ditemui di Hampir Semua Makanan Kemasan


Makanan Megandung Lemak Trans yang Bisa Ditemui di Hampir Semua Makanan Kemasan

Makanan dnegan kandungan lemak trans sangat berbahaya untuk tubuh. Kandungan ini bisa meningkatkan kolesterol jahat alias LDL dalam darah. Jika sudah terkumpul banyak, bukan tak mungkin akan mendapatkan serangan jantung.

Oleh karena itu, hal terbaik dalam menghindari penyakit adalah dengan menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans ini. Kendati demikian, hal ini juga sepertinya agak sulit mengingat umumnya makanan yang mengandung lemak trans.

Lemak trans biasanya ada di makanan-makanan yang dipanggang. Namun, makanan olahan seperti camilan keripik kentang, biskuit kalengan, krimer dan juga mandarin patut diwaspadai. Memastikan makanan yang akan kamu konsumsi labelnya menunjukkan tak ada kandungan lemak trans, ya.

6. Bahaya Diare di Teh dengan Embel-embel Kandungan Pelangsing


Bahaya Diare di Teh dengan Embel-embel Kandungan Pelangsing

Popularitas teh pelangsing tengah naik daun. Berbagai produk coba ditawarkan demi ukuran tubuh proporsional yang dicapai dengan mudah. Namun, kandungan dalam teh berembel-embel pelangsing ini juga bisa berisiko buruk untuk tubuh.

Teh dengan kandungan yang bisa menguruskan badan ini pada dasarnya adalah obat pencahar yang dapat menyebabkan diare. Selain itu, beragam efek samping lainnya seperti kram parah juga bisa menyerangmu.

Lebih parah lagi, kandungan dalam label teh ini bisa juga menyebabkan malabsorpsi obat-obatan. Lebih baik ganti konsumsi tehmu dengan bahan yang lebih bersahabat lagi untuk tubuh.

7. Bukan untuk Tubuh, Penggunaan Minyak Kelapa Sawit Semakin Mengancam Lingkungan


Bukan untuk Tubuh, Penggunaan Minyak Kelapa Sawit Semakin Mengancam Lingkungan

Terlepas dari penggunaanya dalam beberapa produk makanan sehat, minyak kelapa sawit juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Kali ini dampaknya bukan cuma untuk tubuh saja, namun juga lingkungan hidup.

Industri kelapa sawit telah memusnahkan hutan hujan, memindahkan masyarakat adat dan mendorong spesies hewan tertentu menuju kepunahan. Hal ini juga menciptakan beberapa bahaya perubahan iklim. Untuk itu, lebih baik coba menghindari penggunaan minyak kelapa sawi dalam makanan dan produk make up kamu.

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait