Sutradara 'Avatar' Sebut Efek Visual 'Aquaman' Tidak Realistis
Getty Images
Film

Sutradara ini juga sempat membandingkan 'Aquaman' dengan sekuel 'Avatar' yang ia garap.

WowKeren - Semua penonton yang telah menyaksikan "Aquaman" tentunya setuju jika film yang dibintangi oleh Jason Momoa tersebut menampilkan efek visual yang patut diacungi jempol. Film garapan James Wan ini diketahui menggunakan latar tempat bawah laut. James sendiri mengklaim bahwa ia dan kru film menghabiskan banyak waktu untuk fokus menggarap efek visual agar adegan di bawah laut terlihat nyata.

Namun rupanya, kerja keras James ini tak membuat sutradara "Avatar", James Cameron, merasa terkesan. Bahkan belum lama ini, sutradara kondang tersebut mengklaim jika efek bawah laut yang ditampilkan dalam film "Aquaman" terkesan tak realistis.


Dilansir Aceshowbiz pada Jumat (15/2), James memang menyebut jika dirinya cukup menikmati sajian baru dari franchise DCEU tersebut. Ia bahkan mengklaim jika "Aquaman" merupakan film yang menyenangkan. Namun sutradara yang membesut "Titanic" itu mengaku tak begitu menyukai adegan bawah laut yang ditampilkan di film ini.

"Aku pikir (film) ini sangat menyenangkan. Aku pikir ini film yang tak akan pernah aku buat," ungkap James Cameron dalam wawancara dengan Yahoo Entertainment. "Sejujurnya, aku tidak akan pernah bisa membuat film (seperti) itu karena film ini membutuhkan gabungan dari fisika atau kenyataan. (Film) itu ada di suatu tempat antara lanskap mitos Yunani dan lanskap dongeng."

"Aku telah menghabiskan ribuan jam di bawah air. Aku sangat tahu tentang bawah air. Itu perlu terlihat seperti nyata. Dan sementara aku dapat menikmati film itu, (adegan bawah laut) tidak terlihat nyata," tuturnya menambahkan.

Lebih lanjut, James Cameron juga menilai bahwa "Aquaman" tak cukup untuk meningkatkan kesadaran tentang melestarikan lautan. Padahal sejatinya hal tersebut merupakan pesan moral yang ingin diusung di film ini.

"(Film) itu tak membantu dengan masalah yang ada, untuk benar-benar memahami lautan dan menjelajahi lautan dan melestarikan lautan. Meski mereka melemparkan beberapa hal seperti ikan paus dan hal-hal seperti itu untuk mengingatkan kita untuk tidak menggunakan lautan sebagai tempat pembuangan sampah," imbuhnya.

Sutradara kawakan ini juga mambandingkan "Aquaman" dengan sekuel "Avatar" yang digarapnya. James Cameron mengklaim bahwa sekuel film arahannya tersebut juga melakukan beberapa adegan syuting di bawah air. "Ya, aku tidak mungkin membuat film itu. Kami melakukan banyak hal di bawah air dalam sekuel 'Avatar' dan itu akan memiliki nuansa yang berbeda (dari 'Aquaman')," pungkasnya.

Terlepas dari komentar James, secara keseluruhan, sebagian besar penggemar dan kritikus menyebut bahwa "Aquaman" merupakan salah satu karya terbaik yang pernah dibesut oleh DCEU sejauh ini. Bahkan tak hanya membawa perubahan signifikan bagi masa depan DCEU, "Aquaman" rupanya juga memberikan efek besar bagi standar film superhero secara global.

Hal ini lantaran film yang mengisahkan dunia bawah laut tersebut berhasil mengungguli sederet proyek garapan Marvel Cinematic Universe (MCU). Tak tanggung-tanggung, "Aquaman" tercatat berhasil mengalahkan pencapaian sepuluh film MCU. Di antaranya adalah "Captain America: The Winter Soldier", "Doctor Strange", "Thor: The Dark World", "Iron Man 2", "Ant-Man and the Wasp" , "Iron Man", "Ant-Man", "Thor", "Captain America: The First Avenger", serta "The Incredible Hulk".

You can share this post!

Related Posts