Ferry meminta Wiranto untuk tidak mengeluarkan penyataan-pernyataan aneh sebagai menteri yang kini berada di kabinet pertahana.
- Nur Islamiyah
- Selasa, 26 Februari 2019 - 20:28 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menantang Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal Kivlan Zen dan capres 02 Prabowo Subianto untuk melakukan sumpah pocong. Hal tersebut lantaran Kivlan menuduh Wiranto meninggalkan ibukota saat suasana sedang genting ketika melengserkan Presiden Soeharto tahun 1998.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Julianto menuding kubu Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin mulai stres menghadapi Pilpres 2019. Menurutnya, perkataan Wiranto terkesan aneh.
"Ngeri amat, stres kali (kubu) Pak Jokowi, takut, udah panik," katanya di Media Center Prabowo-Sandi pada Selasa (26/2) ini. "Ngomongnya sudah aneh-aneh."
Ferry meminta Wiranto untuk tidak mengeluarkan penyataan-pernyataan aneh sebagai menteri yang kini berada di kabinet pertahana. Menurutnya, masalah tersebut lebih baik dibawa ke pengadilan militer daripada mengajak sumpah pocong. Apalagi, kata Ferry, Wiranto pernah menjabat sebagai Panglima TNI yang paham terkait proses hukum di tubuh lembaga keamanan negara itu.
Sebelumnya, Wiranto tidak terima atas tuduhan Kivlan. Ia menantang Kivlan untuk Prabowo untuk melakukan sumpah pocong. Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Panglima Kostrad.
"Saya berani, katakanlah berani untuk sumpah pocong saja," kata Wiranto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/2). "Tahun 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu, saya, Prabowo, Kivlan Zen, sumpah pocong kita."
Ia tidak ingin jika tuduhan semacam itu justru bisa menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Ia ingin membuktikan bahwa siapa sebenarnya yang menjadi dalang kerusuhan.
"Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu," tegas Wiranto. "Supaya terdengar di masyarakat, biar jelas masalahnya. Jangan asal menuduh saja."
(wk/nris)