Kubu Prabowo Desak Jokowi Cuti Agar Tak Salahgunakan Kekuasaan untuk Kampanye
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

BPN menilai kegiatan Jokowi belakangan ini sulit dibedakan antara kapasitasnya sebagai presiden atau calon presiden.

WowKeren - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Capres 01 Joko Widodo alias Jokowi untuk segera mengambil cuti. Anggota Tim Advokasi Hukum BPN Indra membandingkan Jokowi dengan Sandiaga yang lebih dulu mengundurkan diri dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Ayo gentle dong Bang Sandi saja mundur," kata Indra di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (26/2). "Gentle juga dong Pak Jokowi, minimal cuti."

Indra menilai bahwa jika memang Jokowi telah mencalonkan diri sebagai presiden RI, maka seharusnya Capres 01 tersebut mengambil hak cutinya. Sebab, hal itu sudah diatur dalam Undang-Undang.

"Kalau memang Jokowi mensosialisasikan sebagai capres sebagai kandidat seharusnya dia cuti," tegas Indra. "Dan ini instrumen yang diatur undang-undang."


Desakan cuti tersebut bukanlah tanpa alasan. Indra menilai bahwa jika Jokowi tetap melakukan tugasnya sebagai presiden sambil melangsungkan kampanye dikhawatirkan akan terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Untuk menghindari tudingan semacam itu, alangkah baiknya jika Jokowi menunjuk Jusuf Kalla untuk menggantikan dirinya sebagai presiden untuk sementara.

"Supaya tidak abuse of power supaya tidak ada dugaan penyalahgunaan," terang Indra. "Itu Pak JK sanggup kok jadi presiden sementara, saya yakin Pak JK bijaksana."

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Relawan BPN Ferry Juliantono. Ia khawatir jika Jokowi memanfaatkan fasilitas negara untuk mensukseskan kampanye jika ia tidak segera cuti. Bahkan Ferry menyebut bahwa kegiatan Jokowi akhir-akhir ini sulit dibedakan antara kapasitasnya sebagai presiden atau calon presiden.

"Sudah terlalu permisif, seorang Capres menggunakan fasilitas negara dan lakukan kampanye untuk pengaruhi pilihan masyarakat," lanjut Ferry. "Kegiatan Pak Jokowi belakangan sulit dipisahkan antara Capres atau presiden."

BPN meminta agar Jokowi bisa bersikap bijak dan tegas dengan mengambil hak cutinya sebagai presiden untuk bisa melakukan kampanye secara fokus. "Kami dari BPN ingin sampaikan ke Jokowi supaya tegas aja sebenarnya untuk menggunakan hak cuti dalam melakukan kegiatan itu," pungkas Ferry.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait