Menurut keterangannya, Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus dan tidak membentak.
- Nur Islamiyah
- Rabu, 27 Februari 2019 - 20:47 WIB
WowKeren - Video yang menampilkan calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto sedang berkampanye mendadak viral. Dalam video tersebut, Prabowo diduga marah-marah di hadapan ulama dan tokoh masyarakat di Sumenep.
Tuan rumah acara, KH Moh Yazid yang berasal dari Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad, Ambunten Timur, Sumenep, Madura menceritakan bahwa saat itu posisinya sedang berdiri tepat di depan panggung. Sementara area di sekitar panggung diisi para relawan Prabowo.
"Saya kebetulan posisi saya persis berdiri, ketika beliau asyik sedang berpidato, sebetulnya bukan orang lain ya, itu relawan," ujar Kiai Yazid, seperti yang dikutip dari Detik. "Karena memang kita sterilkan di depan tangga masuk ke tempat (panggung) itu relawan semuanya."
Kiai Yazid bercerita, saat Prabowo berpidato, ada salah seorang relawan yang posisinya tidak jauh dari Prabowo sedang berbicara. Suara relawan tersebut cukup keras sehingga langsung terdengar oleh Prabowo.
Selain itu, Kiai Yazid ingin menjelaskan bahwa dugaan bahwa Prabowo marah-marah itu salah besar. Menurut keterangannya, Prabowo hanya menegur dengan intonasi suara yang halus dan tidak membentak. Kiai Yazid juga menjelaskan, ekspresi Prabowo saat menegur juga terlihat senyum-senyum, tidak ada mimik marah.
"Sebetulnya saya sih lihat judul di media-media itu kesannya kok marah, sebetulnya enggak marah sih ya," lanjutnya. "Menegur dan mimiknya saya tahu betul karena begitu memotong pidatonya, saya kaget, saya toleh ke beliau, enggak, beliau senyum-senyum aja."
"Saya kira kurang pantas disebut marah, karena tidak ada marah-marah. Kalau marah-marah kan kita tahu intonasinya seperti apa ya, itu ndak kok, ndak ada," ucap Kiai Yazid. "Dan itu kan agak dari jauh ya video yang beredar. Kebetulan saya dekat beliau dan enggak kok beliau senyum-senyum."
Kiai Yazid juga memastikan bahwa yang ditegur Prabowo adalah relawan bukan ulama. Menurutnya, mungkin relawan yang mengobrol tersebut mengganggu konsentrasi Prabowo.
"Dan itu relawan, saya yakinkan itu relawan bukan ulama," tuturnya. Itu relawan sendiri karena memang berbicara di depan dan mungkin mengganggu konsentrasi beliau."
(wk/nris)