Prabowo Jawab Tudingan Dirinya Bagian dari Kelompok Radikal: Hidup Mati Saya untuk NKRI
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Prabowo menilai tudingan tersebut muncul akibat kedekatannya dengan para kiai.

WowKeren - Tudingan demi tudingan tak hanya ditujukan ke calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo alias Jokowi. Capres 02 pun tak luput dari tudingan yang menyebut bahwa dirinya merupakan bagian dari kelompok radikal.

Dalam pidatonya saat menghadiri acara deklarasi dukungan oleh gerakan Pemuda Kabah (GPK) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Gedung Pemuda Temanggung, Prabowo menjawab tudingan itu. Ia mengatakan bahwa dirinya akan mempersembahkan jiwa raganya untuk negara.

Tak hanya sebatas ucapan, ia pun akan membuktikan komitmen tersebut pada NKRI. Ia mengaku bahwa ia memang sudah bertekad untuk berjuang membela tanah air sejak usia 18 tahun.

"Saya mantan TNI, sejak umur 18 tahun saya sudah persembahkan jiwa raga saya untuk negara, rela mati bagi NKRI," kata Prabowo di Jawa Tengah, Rabu (27/2). "Saya akan buktikan komitmen saya kepada NKRI, Pancasila dan UUD 1945."

Prabowo menilai bahwa anggapan dirinya bagian dari kelompok radikal tersebut muncul tak lepas dari kedekatannya dengan para ulama dan kiai. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa tudingan semacam itu tak lebih dari fitnah murahan untuk menjatuhkan dirinya.

Prabowo juga berbicara mengenai teror bom yang selalu berhasil membuat masyarakat cemas. Ia mengatakan bahwa selama ini Islam kerap dituding sebagai dalang dibalik teror bom.


Padahal menurut Prabowo, Islam adalah agama yang rahmatan lilalamin. Islam yang dimaksudnya adalah yang dapat memberi manfaat bagi semua umat manusia dan alam semesta.

"Kalau ada bom, yang dituding Islam, tapi belum tentu," tegas Prabowo. "Islam kita adalah Islam rahmatan lilalamin. Islam yang membawa manfaat bagi seluruh umat dan sekalian alam."

Prabowo juga membeberkan alasan mengapa ia bisa dekat dengan kalangan para kiai. Saat masih aktif di dunia militer, Prabowo mengaku kerap menemui kiai untuk meminta doa, terutama saat dirinya akan dikirim ke daerah operasi. Dari sinilah kedekatan antara Prabowo dengan kalangan ulama dan kiai terjalin.

"Tentara itu sering dikirim ke daerah operasi, siap mati," terang Prabowo. "Biasanya sebelum berangkat ke daerah operasi, kita sowan ke kiai, minta doa."

Sekali lagi ia membantah jika dirinya disebut calon pemimpin yang radikal. Ia menegaskan bahwa ketika menang nanti, ia akan berusaha mengayomi seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang suku, agama, maupun etnis.

"Saat menerima mandat dari rakyat pada 17 April nanti, semua agama, semua suku, etnis, akan kita ayomi," tegas mantan Danjen Kopassus itu. "Jadi tidak benar kalau Prabowo dibilang radikal."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait