Selama memerintah, Jokowi telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk pengembangan UMKM.
- Wahyu
- Jumat, 01 Maret 2019 - 10:05 WIB
WowKeren - Masalah perekonomian selalu berhasil menjadi sorotan bagi Paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Tak terkecuali hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Saat mengunjungi para pelaku UMKM di Foodcourt Urip Sumoharjo, Surabaya, Sandiaga mengatakan bahwa jika menang di Pilpres 2019 ia akan berupaya menyelesaikan isu ekonomi. Salah satunya dengan memperbaiki kesejahteraan UMKM.
"Harapannya di tahun yang baru ini para UMKM semakin membaik, utang negara berkurang, pengusahanya banyak yang sukses," kata Sandiaga di Surabaya beberapa waktu lalu. "Insyaallah, kalau kami diizinkan, kami akan memberikan solusi untuk ekonomi di Indonesia."
Terkait hal ini, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin memberikan tanggapan. Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa sesungguhnya Sandiaga bukanlah pelaku UMKM.
"Bang Sandi itu kan nggak pernah pengusaha UMKM," kata Bahlil di Jakarta Pusat, Kamis (28/2). "Jadi begini, Bang Sandi itu usahanya bukan UMKM, jangan tanya UMKM kepada Bang Sandi."
Bahlil tak setuju jika pemerintah disebut tak berpihak pada UMKM. Sebab, di era pemerintahan Jokowi, justru bunga UMKM menjadi lebih rendah dibanding tahun 2014. Sebelumnya, bunga UMKM mencapai 22 persen sedangkan di era pemerintahan Jokowi menurun hingga 7 persen.
"Kalau dibilang (Jokowi) tidak berpihak pada UMKM, saya mau kasih contoh nih, bunga UMKM pada tahun 2014 itu masih 22 persen, padahal pada saat Indonesia krisis tahun '98 yang menyelamatkan ekonomi bangsa kita itu UMKM," terang Bahlil. "Pak Jokowi terpilih, kemudian Pak Jokowi memangkas bunga UMKM dari 22 persen menjadi 7 persen. Apakah itu tidak berpihak?"
Selain memangkas bunga, Jokowi juga mengeluarkan kebijakan untuk membuat program yang mampu mendorong para pemuda agar menjadi pengusaha. Yakni dengan adanya peningkatan batas maksimal jumlah kredit tanpa agunan. Jika dulu hanya Rp 5 juta maka sudah ditingkatkan menjadi Rp 25 juta.
"Dalam program mendorong anak-anak muda kemudian menjadi pengusaha, Pak Jokowi membuat kredit tanpa agunan," jelas Bahlil. "Yang dulu Rp 5 juta, Pak Jokowi buat kebijakan menjadi Rp 25 juta."
(wk/wahy)