Ngabalin mengaku dirinya terakhir kali menggunakan akun Twitter tersebut pada 20 Februari 2019 lalu.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 05 Maret 2019 - 20:32 WIB
WowKeren - Akun Twitter milik Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menjadi perbincangan banyak warganet. Pasalnya, akun @NgabalinAli tersebut tampak me-retweet konten asusila.
Video porno yang diunggah pada 26 Februari 2019 tersebut di retweet oleh akun Ngabalin yang memiliki 12 ribu followers. Ngabalin pun membenarkan bahwa akun tersebut memang miliknya.
Namun, Ngabalin mengungkap dirinya sempat mengalami kesulitan untuk mengakses akun tersebut. Ia juga tidak mengerti mengapa hal tersebut bisa terjadi.
Tak hanya itu, ia juga membantah telah me-retweet konten asusila tersebut. Selain itu, Ngabalin juga sempat melaporkan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo dan meminta ahli IT untuk menelusuri penyebab hal tersebut.
"Antum (kamu) kasih kesempatan karena teman-teman yang ahli IT sekarang ada di sini, teman-teman ahli IT baik yang ada di Istana maupun yang kami hire dari luar, biar dia teliti," jelas Ngabalin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/3). "Tadi saya juga lapor sama Bapak Presiden, karena itu tidak ada lain, cuma minta sedikit waktu."
Menurut Ngabalin, dirinya terakhir kali menggunakan akun Twitter tersebut pada 20 Februari 2019 lalu. Ngabalin juga mengaku bahwa dirinya yang memiliki agenda padat sebagai Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan tidak punya banyak waktu untuk beraktivitas di Twitter.
"Saya hanya 30 menit di sini (Istana Negara), nanti saya kembali ke Bapak Presiden. Jam 19.00 WIB nanti saya ada di (Istana) Bogor, insyaallah sampai jam 21.00 WIB," tutur Ngabalin. "Saya pulang jam 22.00 WIB. Lima belas menit ada di Jakarta lagi dalam hal briefing."
Ngabalin menilai bahwa aktivitasnya di dunia maya hanya dalam rangka menjaga ruang publik saja. Namun aktivitas tersebut terbatas oleh kegiatannya sebagai tenaga ahli Presiden.
"Antum bisa membayangkan, adakah waktu kita ruang, televisi dalam dua minggu itu paling banyak 3 jam, itu pun saya nonton 5-10 menit tutup, pergi lagi," ujar Ngabalin. "Ini saya mau terima tamu, nanti saya kembali lagi ke sini. Jadi waktu ya setelah ada di sini merasakan itu, 'oh ternyata begini waktu itu'."
(wk/Bert)