Banjir yang melanda jalan tol Madiun bukan disebabkan karena kesalahan pembangunan, melainkan murni akibat bencana alam.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 08 Maret 2019 - 09:18 WIB
WowKeren - Curah hujan yang tinggi menyebabkan air di Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, ruas jalan tol Madiun pun tak luput dari luapan air hingga sepanjang 1 kilometer.
Terkait hal ini, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan komentar. Juru Bicara BPN dan Tim Pakar Bidang Infrastruktur Prabowo-Sandiaga, Suhendra Ratu Prawiranegara, menyayangkan musibah banjir hingga melanda jalan tol.
"Sangat disayangkan ya," kata Suhendra dilansir dari Detik, Jumat (8/3). "Terjadi banjir setinggi 1 meter di ruas tol Ngawi-Kertosono Km 603-Km 604."
Suhendra menyebut bahwa musibah banjir di jalan tol adalah hal yang memalukan. Padahal selama ini, pemerintah selalu membanggakan Tol Trans Jawa sebagai keberhasilan di era Joko Widodo alias Jokowi.
"Ini pasti ada yang keliru, juga memalukan ya," lanjut Suhendra. "Karena dengan kecanggihan teknologi dan informasi, negara lain dapat saksikan terjadi banjir di Jalan Tol Trans Jawa yang dibangga-banggakan pemerintah sebagai keberhasilan program politik pemerintah."
Sementara itu, Tim Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Inas Nasrullah Zubir, menegaskan bahwa banjir di jalan tol bukan disebabkan karena kesalahan dalam pembangunan. Musibah tersebut murni akibat bencana alam di luar kehendak manusia.
"Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Madiun meluas jangkauannya hingga ruas jalan Tol Madiun yang dikelola PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) bukan karena kesalahan rancang bangun," kata Inas. "Tapi murni bencana alam yang tidak bisa dihindari."
Dengan kata lain, tak ada yang salah dari pembangunan tol tersebut. Justru menurut Inas, cara berpikir Prabowo lah yang sesat. Begitu pula dengan anak buahnya. Inas menegaskan bahwa Prabowo hanya iri melihat keberhasilan Jokowi sehingga apa yang dikerjakan oleh pemerintah akan selalu salah di mata mereka.
"Padahal yang salah adalah cara berpikir Prabowo Subianto yang sesat, yang kemudian diadopsi kesesatannya oleh anak buah Prabowo di BPN, di mana apapun yang dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi salah melulu," tegas Inas. "Padahal sebenarnya, Prabowo Subianto sudah sangat lelah alias iri hati melihat keberhasilan pembangunan di era Jokowi ini."
(wk/zodi)