Wapres Indonesia, Jusuf Kalla mengomentari surat SBY yang menyoal gaya kampanye dua capres Indonesia. Menurut JK, saran SBY agar kampanye menunjukkan kebhinekaan sangat bagus.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 09 April 2019 - 18:38 WIB
WowKeren - Kampanye akbar yang digelar Calon Presiden Indonesia nomor urut 02, Prabowo Subianto menjadi bahasan. Serangkaian momen kampanye yang digelar di GBK pada Minggu (7/4) kemarin menjadi sorotan. Salah satunya mengenai adanya agenda salat subuh bersama sebelum kampanye dilangsungkan.
Akibat adanya kegiatan tersebut, kampanye Prabowo dinilai tak mengusung tema keberagaman dan kebhinekaan. Sebelumnya, surat dari mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi viral terkait hal ini.
SBY disebut sudah memberikan saran kepada dua capres untuk menggelar kampanye yang mengusung kebhinekaan. Ketua Umum Partai Demokrat itu juga meminta kedua capres untuk mencegah terjadinya demonstrasi.
"Penyelenggaraan kampanye nasional (di mana Partai Demokrat menjadi bagian di dalamnya) tetap dan senantiasa mencerminkan inclusiveness, dengan sasanti 'Indonesia Untuk Semua' juga mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan," tegas SBY. "Cegah demonstrasi apalagi 'show of force' identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis serta kedaerahan, maupun yang bernuansa ideologi, paham dan polarisasi politik yang ekstrem."
Di sisi lain, Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla turut buka suara terkait pendekatan kampanye paslon 01 maupun 02. Menurut JK, Joko Widodo dan Prabowo Subianto menggunakan pendekatan yang sama, yakni pendekatan Islam.
Namun, JK menilai Prabowo menggunakan pendekatan simbol Islam yang sangat keras. Hal itu terlihat dari nuansa kampanye Prabowo di GBK beberapa waktu lalu.
"Strategi umum kedua calon itu strategi Islam. Pak Jokowi ambil (wakil) ulama, ingin dekat dengan pemilih Islam," terang JK di kantor wakil presiden pada Selasa (9/4). "Kemudian yang satu menggunakan simbol Islam yang sangat keras, salat subuh macam-macam."
JK sendiri menilai surat yang diberikan SBY sangatlah bagus. Sebagai mantan Presiden Indonesia, SBY disebut menyarankan persatuan Indonesia tetap dijunjung. "Saya kira apa yang disampaikan itu bagus. Supaya kita berbeda dalam cara, tapi tetap bersatu dalam kampanye. Ini surat Pak SBY ini sebagai pemimpin bagus," pungkas JK.
(wk/silm)