Tak Hanya Teh Panas, Ini 10 Makanan dan Kegiatan Tak Terduga yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
Health

Kalian mungkin tidak menyangka bahwa beberapa makanan dan kegiatan yang dikonsumsi atau dilakukan selama ini dapat memicu kanker, lho. Mau tahu apa saja? Simak di sini!

WowKeren - Kanker merupakan suatu penyakit mematikan yang paling ditakuti oleh semua orang. Kanker disebabkan oleh pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain sehingga dapat menyebabkan kematian.

Jenis kanker sendiri sangat beragam. Mulai dari kepala hingga kaki, semua bagian tersebut dapat terserang sel kanker. Lalu, apa sih penyebab kanker sebenarnya?


Mutasi yang berasal dari dalam sel, umumnya didapat secara genetis dari orang tua, Selain itu, banyak penyebab lainnya seperti yang paling umum adalah paparan oleh zat-zat yang dapat memicu terjadinya mutasi.

Kalian mungkin tidak menyangka bahwa beberapa makanan dan kegiatan yang dikonsumsi atau dilakukan selama ini dapat memicu kanker, lho. Salah satunya teh panas. Loh, kok bisa? Nah, mau tahu selengkapnya? Ayo simak di sini, ya.

1. Teh Panas Dapat Memicu Kanker


Teh Panas Dapat Memicu Kanker

Siapa diantara kalian yang gemar mengonsumsi teh panas? Dilansir dari Next Shark, sebuah tim peneliti dari Iran menemukan bahwa peminum teh yang lebih suka minuman mereka pada suhu 60 derajat Celcius atau lebih dan minum lebih dari 700 ml sehari memiliki risiko 90% lebih tinggi terkena kanker esofagus atau kerongkongan.

"Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya," ujar pemimpin penulis Dr. Farhad Islami, yang bertindak sebagai direktur strategis American Cancer Society (AMC). "Namun, menurut laporan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, dan karena itu disarankan untuk menunggu sampai minuman panas menjadi dingin sebelum minum."

Menurut Badan International untuk Penelitian Kanker, kanker kerongkongan menempati urutan kedelapan di dunia dan menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun. Hal ini umumnya disebabkan oleh distraksi berulang-ulang ke kerongkongan oleh asap, alkohol, refluks asam dan panas.

2. Mengonsumsi Acar Dihubungkan dengan Kanker Perut


Mengonsumsi Acar Dihubungkan dengan Kanker Perut

Makanan selanjutnya adalah acar. Banyak orang menyukai acar karena rasanya yang tajam. Namun, acar telah dihubungkan dengan kanker perut, lho. Memang ada beberapa acar seperti kubis dan kimchi juga memiliki bakteri probiotik yang baik untuk perut. Jadi, jangan benar-benar berhenti mengonsumsi acar.

Jika ingin mengonsumsi acar, kalian dapat menggunakan juga rempah. Rempah memiliki sifat preventif yang sering diabaikan. Rempah juga akan menciptakan perubahan yang signifikan jika digunakan lebih banyak dari biasanya. Banyak rempah yang dapat kalian gunakan, seperti kunyit, kayu manis, oregno, cengkeh, biji pala, bawang merah dan bawang putih.

3. Jangan Konsumsi Bagian Hangus pada Daging


Jangan Konsumsi Bagian Hangus pada Daging

Kalian pasti sudah pernah mendengar bahwa bagian hangus pada daging yang dimasak tidak baik untuk kesehatan. Suhu panas yang tinggi pada daging dapat merusak amina heterosiklik dan dapat menyebabkan kanker. Usahakan memasak dengan suhu rendah untuk menghindari hangus. Jika terdapat bagian hitam tersebut, sebaiknya dibuang saja, ya.

4. Duduk Terlalu Lama dapat Picu Adanya Kanker


Duduk Terlalu Lama dapat Picu Adanya Kanker

Buat yang hobi duduk bermalas-malasan, kalian wajib meninggalkan kegiatan buruk tersebut. Duduk terlalu lama dapat menyebabkan kanker, lho. Padahal hampir sebagian besar pekerja kantoran menghabiskan waktu mereka untuk duduk.

Sebaiknya, beristirahatlah setiap 30 menit sekali. Coba untuk bangun dari duduk dan berjalan-jalan sebentar untuk menurunkan berbagai risiko penyakit, termasuk kanker. Nah, simak rekomendasi olahraga ringan yang dapat kalian lakukan saat sedang sibuk di sini.

5. Makan Terlalu Malam Tingkatkan Risiko Kanker


Makan Terlalu Malam Tingkatkan Risiko Kanker

Sebuah studi oleh Barcelona Institute yang diterbitkan pada International Journal of Cancer mengungkapkan bahwa jam makan malam dapat memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker. Peneliti mengamati data dari 621 peserta pria dengan kanker prostat dan 1.205 orang wanita dengan kanker payudara. Mereka juga mengamati 872 pria dan 1.321 wanita yang tidak bekerja dengan shift malam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan malam sebelum pukul 9 malam atau makan setidaknya dua jam sebelum tidur memiliki risiko kanker payudara dan prostat lebih rendah sekitar 20% dibanding orang yang makan terlalu malam, yakni di atas pukul 10. Sementara itu, mereka yang bekerja shift malam wajib waspada. Waktu kerja dapat mempengaruhi jam makan menjadi lebih malam.

6. Tidur Setelah Makan


Tidur Setelah Makan

Setelah makan, biasanya seseorang akan mudah mengantuk. Namun, kalian harus melawan rasa kantuk tersebut. Padahal, seseorang yang langsung tidur setelah makan memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara dan prostat.

Setiap tubuh makhluk hidup, tidak hanya manusia, telah berkembang sepanjang waktu untuk berfungsi secara berbeda pada siang dan malam hari. Artinya, ada kemungkinan melakukan kegiatan tidak sesuai dengan ritme sirkadian bisa mengarah pada risiko kanker yang lebih tinggi.

7. Makan Berlebihan dapat Sebabkan Kanker?


Makan Berlebihan dapat Sebabkan Kanker?

Mengonsumsi makanan berlebihan dapat memicu kelebihan berat badan atau obesitas. Nah, jika tidak segera ditangani, obesitas akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kanker.

Hal yang menyebabkan orang obesitas menderita kanker adalah terjadinya peningkatan kadar esterogen dan hormon lain. Maka akan terjadi pertumbuhan sel secara tidak normal di dalam tubuh. Beberapa jenis kanker yang terjadi akibat keadaan ini, misalnya kanker payudara dan kanker usus besar.

8. Menghirup Asap dari Pembakaran


Menghirup Asap dari Pembakaran

Tidak hanya daging bakar yang hangus, rupanya asap dari pembakaran juga berbahaya, lho. Dilansir dari Live Science, penelitian di tahun 2019 menemukan fakta bahwa asap pembakaran mengandung bahan kimia yang disebut dengan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs).

Bahan kimia yang satu ini dilepaskan oleh kayu yang dibakar atau arang. Arang sendiri dikenal sebagai zat penyebab kanker atau karsinogen. Peneliti menemukan fakta bahwa PAHs mempunyai daya serap kulit yang cukup tinggi. Hal ini juga berlaku pada asap pembakaran apapun.

9. Minum dari Botol Plastik


Minum dari Botol Plastik

Sering minum dari botol plastik juga dapat menyebabkan kanker. Hal ini disebabkan pemakaian botol plastik yang tidak BPA Free. Botol jenis tersebut mengandung karsinogenik atau zat penyebab kanker, lho. Maka dari itu, gunakan botol plastik seminimal mungkin, ya.

10. Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Kanker


Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Kanker

Buat yang menderita insomnia, perlu kalian tahu bahwa kurang tidur rupanya dapat meningkatkan risiko terkena kanker, seperti kanker payudara dan kanker hati. Kurang tidur secara dramatis mengurangi jumlah melatonin di dalam tubuh. Melatonin merupakan hormon yang diproduksi otak untuk tidur terbukti menekan pertumbuhan tumor.

Menurut American Cancer Society, kaum pria lebih mudah mengembangkan kanker hati ketimbang kaum wanita. Ternyata, hal ini juga terjadi pada sampel tikus dalam penelitian. Tikus jantan dan betina sama-sama mengembangkan karsinoma hepatoseluler (kanker hati yang paling umum) pada usia 78 minggu. Namun, hal ini lebih banyak terjadi pada tikus jantan.

You can share this post!

Related Posts
Loading...